covid-19

Kemenkes Jajaki Penggunaan Peduli Lindungi ke Sejumlah Negara

Saat ini pemerintah masih bernegosiasi dengan beberapa negara.

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Okt 2021 20:29 WIB

Kemenkes Jajaki Penggunaan Peduli Lindungi ke Berbagai Negara

Ilustrasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi di Bali, Minggu (26/09/2021). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menjajaki kemungkinan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di sejumlah negara. Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan aplikasi Peduli Lindungi akan diintegrasikan dengan platform internasional.

Kata dia, saat ini pemerintah masih bernegosiasi dengan beberapa negara, supaya aplikasi buatan Indonesia ini bisa terbaca oleh sistem di negara lain.

"Ada beberapa negara yang sedang dinegosiasikan untuk bisa digunakan, ya, termasuk misalnya negara-negara dekat kita ya: Singapura, Malaysia, negara-negara ASEAN, dan juga negara Eropa. Bahkan juga kita sedang berupaya untuk bisa dibaca di negara Amerika, negara-negara besar lainnya," kata Nadia saat dihubungi KBR, Minggu malam, (17/10/2021).

Baca juga:

Juru bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, integrasi data aplikasi Peduli Lindungi akan mencakup kondisi vaksinasi hingga pemeriksaan laboratorium seseorang. Sehingga data tersebut bisa terbaca di negara lain hanya dengan memindai kode batang atau barcode.

Kata dia, pemerintah masih mematangkan soal akses dan perlindungan data jika nantinya akan digunakan di luar negeri. Salah satu yang saat ini tengah dikaji yakni penggunaan Peduli Lindungi di Arab Saudi untuk kepentingan ibadah umrah.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?