covid-19

Basri Tangan Kanan Santoso, Ikrar Setia pada NKRI

Proses sumpah setia itu dikawal ketat oleh aparat.

BERITA | NASIONAL

Senin, 04 Okt 2021 14:27 WIB

Basri Tangan Kanan Santoso, Ikrar Setia pada NKRI

Basri menandatangani dokumen setia pada NKRI di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa, 28 September 2021. Foto: Dokumentasi Polri

KBR, Poso- Seorang narapidana terorisme yang tergabung dalam kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Muhammad Basri alias Bagong mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar itu dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas II A Karanganyar, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Proses sumpah setia itu dikawal ketat oleh aparat.

Dari video dan foto dokumentasi kepolisian, Basri membacakan Pancasila, serta mengucapkan "NKRI Harga Mati". Basri juga mencium bendera Merah Putih, dan menandatangani sejumlah dokumen yang diabadikan lewat kamera aparat.

"Pada tanggal 28 september 2021 bertempat di Lapas kelas II A Karanganyar, Cilacap, Jawa Tengah, telah berlangsung upacara setia pada NKRI dan pelepasan baiat pada satu orang narapidana terorisme atas nama Basri alias Bagong," tutur wakil juru bicara Satgas Madago Raya, Bronto Budiyono, Senin, (04/10/2021).

Baca juga: Identitas Tiga Jenazah DPO Poso Terungkap, Siapa Saja?

Ikrar setia ini sebagai langkah pembinaan dan deradikalisasi pada narapidana terorisme. Sebelumnya, Basri telah mengikuti program penggalangan antar-narapidana yang diselenggarakan tim Satgassus Densus 88.

Sebelum tertangkap, Basri alias Bagong merupakan tangan kanan dari pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Santoso.

Setelah Santoso tewas pada 2016, Basri kemudian menyerahkan diri dan saat ini masih menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Toilet Sehat untuk Semua, Sudahkah Terpenuhi?