Bagikan:

SBY Sebut Pemilu 2024 Tidak Jurdil, Begini Kata Sekjen PDIP

"Kita bisa memahami bagaimana seorang ayah mendorong anaknya misalnya, tetapi harus melihat mekanisme konstitusional yang ada,"

NASIONAL

Senin, 19 Sep 2022 08:43 WIB

Author

Muthia Kusuma

SBY Sebut Pemilu 2024 Tidak Jurdil, Begini Kata Sekjen PDIP

Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono di Rapimnas, Jakarta, Jumat (16/9/22). (Antara/Hafidz M.)

KBR, Jakarta- PDI Perjuangan menyoroti dugaan kecurangan terkait lonjakan tiga kali lipat suara Partai Demokrat pada Pemilu 2009 ketimbang Pemilu 2004. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto beralasan, sistem multipartai yang dianut Indonesia, dengan kompleksitas dan intensitas persaingan yang tinggi itu dianggap tidak memungkinkan lonjakan suara dratis. 

Hasto menyampaikan itu menanggapi kecurigaan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait tanda kecurangan pemerintahan Jokowi pada pemilu 2024.

"Dan kemudian dari Demokrat sebagai oposisi dibuat skenario agar tidak bisa mencalonkan, itu kan menunjukkan suatu kekhawatiran yang berlebahan tanpa fakta. Kita bisa memahami bagaimana seorang ayah mendorong anaknya misalnya, tetapi harus melihat mekanisme konstitusional yang ada, bahwa ketentuan presidential threshold itu merupakan ketentuan yang sah secara konstitusi dan tidak boleh diganggu gugat," ucap Hasto kepada KBR, Minggu  (18/9/2022).

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan membeberkan, salah satu bentuk dugaan kecurangan saat SBY berkuasa yaitu dibentuknya berbagai tim dan penggerakan elemen negara untuk menyukseskan SBY dan Demokrat.

Baca juga:

Sebelumnya beredar sebuah video pernyataan  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang  menyatakan akan turun gunung di Pemilu 2024.  Alasan,  adanya tanda-tanda Pemilu 2024 mendatang tidak jujur dan adil.

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dalam video tersebut.

Kata dia,  akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti,   hanya ada dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikendaki oleh mereka.

"Informasinya Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri. Bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan?" Ujar SBY.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending