Bagikan:

BNPB: Kalimantan, Provinsi Paling Terdampak Banjir

Kalimantan menjadi wilayah yang paling terdampak banjir pada 5 hingga 11 September 2022.

NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 12 Sep 2022 19:43 WIB

Author

Maria Katrina

banjir

Tim BPBD meninjau banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (Foto: antaranews)

KBR, Jakarta - Kalimantan menjadi wilayah yang paling terdampak banjir pada 5 hingga 11 September 2022. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, hal itu disebabkan tingginya curah hujan Indonesia di provinsi itu.

“Meskipun, beberapa atau hampir semua tempat yang terkena banjir ini sudah mulai surut, tapi tentu saja kalau misalkan kita tahu Kalimantan adalah daerah rawa, yang kemudian kalau airnya lebih tinggi dari rata-rata kemudian menggenangi, itu mungkin butuh waktu untuk bisa surut kembali,” ujar Abdul Muhari dalam program Disaster Briefing secara daring melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Senin (12/09/2022).

Adapun kota-kota yang terdampak banjir di Kalimantan adalah Bontang, Hulu Sungai Tengah, Barito Selatan, Waringin Barat, Sintang, dan Katingan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, Sintang dan Katingan menjadi wilayah yang akan kembali terdampak banjir.

Abdul juga mengatakan kepungan banjir juga terjadi karena musim hujan di Indonesia yang datang lebih awal dengan intensitas hujan yang tinggi.

Selama sepekan, ia menyampaikan rata-rata terdapat enam wilayah yang terdampak banjir dengan didominasi oleh Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Terdapat 3.000 Kepala Keluarga di Kalimantan Selatan dan 3.300 Kepala Keluarga di Kalimantan Timur yang terdampak banjir.

Ditambahkannya, terdapat dua bencana dominan yang terjadi di dalam satu wilayah di Kalimantan. Hal ini terjadi saat musim peralihan yakni Agustus hingga Oktober. Sebagai contoh, Abdul menjelaskan, adanya bencana kebakaran hutan dan lahan beriringan dengan banjir di satu wilayah Kalimantan.

“Ini sebenarnya representasi dari dampak perubahan iklim pada skala lokal, sehingga pemerintah daerah tidak bisa mempersiapkan upaya mitigasi pencegahan terhadap jenis bencana tertentu, karena bisa terjadi kebakaran, tapi di tempat lain terjadi banjir sangat besar,” ucapnya.

Baca juga:

- Warga Sorong Mulai Terserang Penyakit dan Kekurangan Air Bersih Akibat Banjir

- Banjir di Aceh Mengakibatkan 2 Jembatan Putus

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat menyampaikan, untuk menanggulangi banjir di Kalimantan, perlu untuk memulihkan ekosistemnya.

Menanggapi arahan Presiden itu, Abdul berinisiatif untuk memulihkan kondisi lingkungan dalam waktu panjang. Menurutnya, hal ini harus dicicil dan dilakukan dari sekarang, terutama oleh BNPB. Ia menambahkan, efeknya tidak akan terasa dalam 3-5 tahun ke depan, tetapi dalam 20-30 tahun yang akan datang.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Urgensi Reformasi Polri

Most Popular / Trending