covid-19

Bupati Pegunungan Bintang Belum Tahu Kondisi Warganya yang Mengungsi

Pengungsian warga terjadi, pascaserangkaian aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata di sana dalam dua pekan terakhir.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 28 Sep 2021 17:59 WIB

Warga di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, mengungsi.

Ilustrasi sejumlah bangunan di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, diduga dibakar kelompok bersenjata. Foto: jubi.co.id/ist

KBR, Jayapura- Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua belum dapat memastikan bagaimana kondisi warga tiga kampung di Distrik Kiwirok.

Bupati Pegunungan Bintang, Papua, Spei Yan Bidana mengatakan warga di ibu kota Distrik Kiwirok dan beberapa kampung lain telah mengungsi ke sejumlah wilayah.

Pengungsian warga terjadi, pascaserangkaian aksi kekerasan oleh kelompok bersenjata di sana dalam dua pekan terakhir.

Akan tetapi, pemerintah daerah hingga kini belum tahu bagaimana kondisi warga Kampung Deplem, Pelebib dan Kiwi.

Tiga kampung ini berada di sebelah barat Distrik Kiwirok, dan diduga menjadi basis kelompok bersenjata atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Di bagian Barat, karena kelompok TPNPB itu di kampung itu, sehingga rakyat yang di tiga kampung dalam itu, kita belum pastikan (kondisinya), karena tidak aman untuk kita masuk. Kampung Delpem, Pelebib dan Kiwi. Tiga kampung, dan itu menjadi basisnya TPNPB," kata Spei Yan Bidana, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Bupati Klaim Kondusif, tetapi Warga Kiwirok Masih Mengungsi

Kondisi Distrik Kiwirok

Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana mengatakan kini seluruh fasilitas publik di ibu kota Distrik Kiwirok telah rata dengan tanah.

Sebab, kelompok bersenjata membakarnya pada 13 September 2021. Oleh pemerintah kelompok bersenjata tersebut kini dilabeli teroris.

Kini yang ada di ibu kota Distrik Kiwirok hanya aparat keamanan TNI-Polri. Mereka terus berupaya mengejar para kelompok pelaku.

"Kamanan kita dari (satgas) Namengkawi dan TNI sudah kendalikan (situasi di ibu kota distrik). Sudah menguasai itu. Pukul mundur kelompok yang mengacaukan Kiwirok itu," ujar Spei Bidana.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung