Jualan Hasil Riset, Menristek Buka Kawasan Sains dan Teknologi

"Tidak ada artinya suatu Kawasan Sains dan Teknologi kalau tidak ada inventor dan inovator.”

BERITA | NASIONAL

Kamis, 26 Sep 2019 13:49 WIB

Author

Adi Ahdiat

Jualan Hasil Riset, Menristek Buka Kawasan Sains dan Teknologi

Gedung Kawasan Sains dan Teknologi di Universitas Padjadjaran kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. (Foto: www.ristekdikti.go.id)

KBR, Jakarta- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir telah meresmikan Gedung Kawasan Sains dan Teknologi (KST) di Universitas Padjadjaran (UNPAD) kampus Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

“Kalau KST UNPAD ini menjadi mature, maka ke depan akan menghasilkan revenue untuk Universitas Padjadjaran,” ujar Menteri Nasir dalam situs resminya, Selasa (24/9/2019).

Ia berharap KST bisa memfasilitasi riset-riset untuk menghasilkan produk inovasi, sekaligus mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.

“Meng-holding-kan inovasi-inovasi, meng-holding-kan tenant-tenant, menjadi revenue bagi suatu universitas," kata Menteri Nasir.

Ia juga mengingatkan agar pihak universitas fokus membangun ekosistem riset yang kuat. "Tidak ada artinya suatu Kawasan Sains dan Teknologi kalau tidak ada inventor dan inovator,” katanya lagi. 


Inkubasi Bisnis

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNPAD Rina Indiastuti, KST Padjadjaran akan berfungsi sebagai lembaga inkubasi yang mendorong sinergi perguruan tinggi dengan industri, serta mendorong lahirnya bisnis-bisnis berbasis riset.

KST Padjadjaran juga disebut akan memberi layanan alih teknologi, serta layanan kepakaran. 

“Kami sangat mengharapkan kegiatan pembangunan KST Padjadjaran, yang sudah diberikan fasilitas dan pendanaan melalui Kemenristekdikti, bisa menjadikan KST lebih mandiri dan lebih berdampak pada pembangunan masyarakat Jawa Barat dan nasional,” kata Rina. 

Bersamaan dengan peresmian KST ini, UNPAD meneken perjanjian kerja sama dengan Pemkab Sumedang, PT Digital Truk, dan BRI Microfinance untuk mengembangkan smart farming berbasis riset di Sumedang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Puluhan Pabrik Tahu di Sidoarjo Gunakan Sampah Plastik Impor untuk Bahan Bakar

Cegah Radikalisme Menag Akan Ganti Ayat-ayat Al Qur'an?

Kabar Baru Jam 15