WNI Disandera, Wiranto: Empat Segera Dipulangkan

"Satu bebas lagi. Jadi kita sudah, di sana ada empat ya. Bersama-sama nanti pulangnya."

BERITA | NASIONAL | NASIONAL

Jumat, 23 Sep 2016 18:49 WIB

Author

Ninik Yuniati

WNI Disandera, Wiranto: Empat Segera Dipulangkan

Tiga WNI dan warga Norwegia bersama pemimpin Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari (kiri) setelah dibebaskan dari kelompok Abu Sayyaf di Jolo, Sulu, Filipina, Minggu (18/9). (Foto: A



KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto memastikan empat WNI yang telah dibebaskan kelompok Abu Sayyaf akan segera dipulangkan ke tanah air. Kata dia, keempat WNI itu akan dipulangkan secara bersama-sama.

Tiga WNI atas nama Emanuel, Lorence Koten dan Theodorus Kopong, telah dibebaskan lebih dulu pada pada 17 September. Sementara yang terakhir atas nama Herman Manggak, baru dibebaskan kemarin.

"Satu bebas lagi. Jadi kita sudah, di sana ada empat ya. (Pulangnya bersama tiga WNI lain?) Bersama-sama nanti pulangnya.  (Kapan?) Masih dalam proses, dalam waktu dekat ini pulang ya. Tidak  sampai mingguanlah," kata Wiranto di Kemenkopolhukam, Jumat (23/9/2016).

Dengan bebasnya empat WNI, masih ada lima WNI lain yang masih disandera.

Sementara, pihak Istana menyebut bebasnya sandera ini merupakan buah dari kesepakatan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menegaskan, pembebasan tidak memakai uang tebusan.

"Ini tidak ada tebusan karena proses lobi, proses approach yang ditangani karena kesepakatan antara Jokowi dan Duterte," kata Pramono Anung beberapa waktu lalu.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menunggu Sanksi Aparatur Tak Netral di Pilkada