covid-19

Pemerintah akan Denda Perusahaan yang Tak Segera Laporkan Karhutla

"Intinya, kan harus ada kerja sama dengan semua pihak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga para pemilik perusahaan. "

BERITA | NASIONAL

Kamis, 01 Sep 2016 21:56 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah  akan Denda Perusahaan yang Tak Segera Laporkan  Karhutla

Ilustrasi: Karhutla di OKI, Sumsel. (Sumber: BNPB)



KBR, Jakarta- Pemerintah mengklaim pengusaha kelapa sawit berkomitmen untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengatakan, para pengusaha itu menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintah dalam mencegah karhutla.

Kata dia, saat ini pemerintah mulai mengubah perspektif pemadaman menjadi mencegahan karhutla.

"Intinya, kan harus ada kerja sama dengan semua pihak. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga para pemilik perusahaan. Itu sudah ada, dibahas semua, bagaimana memberdayakan desa, memberikan insentif. Cuma, karena ini mau dikeluarkan peraturan, maka dipanggilah para pengusaha itu. (Artinya mereka mau?) Mau, mereka komitmen," kata Sofyan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (01/09/16).

Sofyan mengatakan, pencegahan karhutla bakal banyak melibatkan perusahaan kelapa sawit. Alasannya, selama ini karhutla banyak terjadi di sekitar perkebunan kelapa sawit. Kata dia, pemerintah akan menyiapkan hukuman bagi pengusaha yang terlalu lambat melaporkan kebakaran di wilayahnya. Nantinya, akan ada penghitungan denda untuk perusahaan itu bila tidak segera melaporkan kebakaran lahan.

Hari ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengundang pengusaha-pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk membahas kebakaran hutan. Para pengusaha itu diajak bekerja sama menangani kebakaran hutan dari perspektif pemadaman menjadi pencegahan kebakaran.

Nantinya, pemerintah akan membuat standar dan sistem pencegahan karhutla, yang disusun oleh tim teknis. Perusahaan kelapa sawit juga berkewajiban memenuhi standar berkebun untuk mencegah terjadinya kebakaran. Selain itu, penanganan karhutla juga bakal melibatkan desa-desa di sekitar perkebunan agar tidak menggunakan api saat membuka lahan. Ada pula mekanisme insentif-disinsentif yang disiapkan untuk masyarakat, yang dalam satu tahun desanya tidak dilanda kebakaran.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17