Duterte Tak Masalah Mary Jane Dieksekusi

Presiden Jokowi menjelaskan proses hukum yang tengah berjalan terhadap pembawa heroin seberat 2,6 kilogram tersebut kepada Presiden anyar Filipina tersebut

BERITA | NASIONAL

Senin, 12 Sep 2016 14:38 WIB

Author

Ade Irmansyah

Duterte Tak Masalah Mary Jane Dieksekusi

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Presiden Filipina Rodrigo R. Duterte (kiri) ketika melakukan pertemuan empat matadi teras belakang Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (9/9). Foto ANTARA



KBR, Jakarta - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte tak persoalkan eksekusi mati terhadap warga negara Filipina, Mary Jane Veloso. Hal ini disampaikan Duterte kepada Presiden Jokowi saat berkunjungan ke Indonesia pekan lalu, 9 September 2016.

"Presiden Duterte saat itu menyampaikan silakan kalau mau dieksekusi," kata Presiden kepada wartawan usai melakukan Shalat Idul Adha di Masjid Agung Serang, Banten, Senin, 12 September 2016.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengaku telah menjelaskan proses hukum yang tengah berjalan terhadap pembawa heroin seberat 2,6 kilogram tersebut.

"Sudah saya sampaikan mengenai Mary Jane. Saya bercerita ia membawa 2,6 kilogram heroin. Dan saya cerita mengenai penundaan eksekusi kemarin. (Bagaimana proses hukumnya di Filipina? Tadi kan tanyanya jawaban Presiden Duterte seperti itu. Proses hukumnya nanti Jaksa Agung. Tetapi jawaban Presiden Duterte saat itu seperti itu," ungkap Presiden.

Sebelumnya, Jaksa Agung M. Prasetyo menunda eksekusi terhadap terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Velosso. Penundaan hukuman mati ini dilakukan atas permintaan resmi Filipina. Mereka meminta eksekusi Mary Jane ditunda karena yang bersangkutan diduga sebagai korban perdagangan manusia (trafficking). Kasus tersebut berawal dari penahanan seorang tersangka pelaku trafficking bernama Christina oleh Kepolisian Filipina. Sebagai korban trafficking, Mary Jane akan dimintai keterangan sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut. (dmr)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Ngobrol Serius, Tapi Santai: Tips Hadapi Hoax dan Hate Speech

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8