Tahun Ini Meleset, Pemerintah Akan Naikkan Asumsi Nilai Tukar Rupiah APBN 2016

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan asumsi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dalam RAPBN 2016 sangat mungkin dibuat lebih tinggi dari asumsi sebelumnya.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 25 Agus 2015 14:37 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Tahun Ini Meleset, Pemerintah Akan Naikkan Asumsi Nilai Tukar Rupiah APBN 2016

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. (Foto: Public Domain/www.fiskal.depkeu.go.id)

KBR, Jakarta - Pemerintah akan lebih realistis dalam membuat Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 tahun depan, termasuk asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Ini disebabkan asumsi nilai tukar rupiah yang ditetapkan tahun lalu untuk APBN 2015 meleset dari kenyataan. Pada APBN 2015, asumsi rupiah di kisaran Rp12.500. Namun pada Juni lalu saja, Rupiah sudah jatuh ke level Rp13.400 per dolar AS, dan pekan ketiga Agustus, makin melemah ke level Rp14.000 per dolar AS.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan asumsi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dalam RAPBN 2016 sangat mungkin dibuat lebih tinggi dari asumsi sebelumnya.

Dalam RAPBN 2016, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencapai Rp. 13.400. Bambang mengatakan dalam pembahasan RAPBN yang bakal dimulai pada September mendatang pemerintah dan Bank Indonesia bakal lebih realistis terkait dengan kondisi terkini.

"Kita terbuka, kita kan menaruh angka itu menghormati kesepakatan dengan pembicaraan pendahuluan DPR. Ada rentang, kita ambil tingkat yang kita anggap paling realistis. Nah tapi kita melihat kondisi terakhir, nanti terutama pertengahan hingga akhir September, kira-kira asumsi berapa yang lebih tepat," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro usai membacakan jawaban pemerintah atas pandangan umum DPR terhadap RUU APBN 2016.

Bambang menambahkan, pemerintah dan Bank Indonesia selama ini tak pernah tinggal diam untuk mengatasi pelemahan nilai tukar Rupiah.

Pelemahan nilai tukar juga dialami oleh mata uang lainnya terhadap dolar. Gejala yang global ini terkait dengan rencana normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat. Namun kemudian hal tersebut diperparah dengan kebijakan devaluasi yuan oleh pemerintah Tiongkok.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dolar Selasa pagi ini melanjutkan pelemahan 25 poin menjadi Rp. 14. 020 dibandingkan posisi sebelumnya Rp. 13. 995 per dolar.

Berikut ini daftar mata uang yang jatuh ‘dihajar’ dolar AS pada Senin (25/8).

•  Yuan China -13%
•  Dolar Hong Kong -0,02%
•  Rupee India -0,84%
•  Ringgit Malaysia -1,57%
•  Dolar Singapura -0,33%
•  Won Korea Selatan -0,27%
•  Dolar Taiwan -0,78%
•  Dolar Australia -1,27%
•  Dolar Selandia Baru -1,42%
•  Baht Thailand -0,22%
•  Peso Filipina -0,22%
•  Rupiah Indonesia -0,33%

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal