Analisa Percakapan Pilot Trigana Air, KNKT Butuh 2 Pekan

Badan SAR Nasional telah menemukan kotak hitam pesawat Trigana Air yang jatuh dari ketinggian 8500 kaki di sekitar Kampung Atenok, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 18 Agus 2015 23:42 WIB

Author

Yudi Rachman

Analisa Percakapan Pilot Trigana Air, KNKT Butuh 2 Pekan

Ilustrasi kotak hitam pesawat yang terdiri dari rekaman percakapan pilot dan data penerbangan. (Foto: Lisensi umum)

KBR, Jakarta - Tim investigator Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membutuhkan waktu dua pekan untuk mengunduh dan menganalisa pembicaraan kotak hitam pesawat Trigana Air yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua.

Menurut Anggota Investigator KNKT Mardjono Siswo Suwarno, KNKT akan membawa kotak hitam ke Jakarta untuk diteliti. KNKT akan menganalisa CVR (cockpit voice recorder) atau rekaman percakapan di kokpit, karena baru bagian itu yang ditemukan. Sedangkan rekaman data penerbangan (FDR/flight data recorder) masih dicari.

"Yang sudah ketemu itu CVR. KNKT masih menunggu satu bagian lagi (rekaman data penerbangan). Kalau bisa besok pagi sudah ketemu. Jangan hasil akhir dulu, kita download dulu, didengar dan dibaca. Prosesnya paling dua minggu. Yang paling lama itu interpretasinya," jelas Anggota Investigator KNKT Mardjono Siswo Suwarno kepada KBR, Selasa (18/8).

Anggota Investigator KNKT Mardjono Siswo Suwarno berharap alat rekam percakapan pilot (CVR) dan data penerbangan (FDR) itu bisa segera dibawa ke Jakarta. Kata dia, kedua bagian dari kotak hitam pesawat Trigana Air itu diperlukan untuk memudahkan penelitian penyebab kecelakaan.

Badan SAR Nasional telah menemukan kotak hitam pesawat Trigana Air yang jatuh dari ketinggian 8500 kaki di sekitar Kampung Atenok, Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Basarnas menyatakan, kotak hitam akan dievakuasi pertama bersama dengan jenazah.

Dua landasan helikopter telah disiagakan untuk membantu proses evakuasi Rabu (19/8/2015). Menurut Deputi Bidang Operasi Basarnas Herominus Guru, apabila cuaca besok masih buruk, pihaknya akan memutuskan untuk tetap mengevakuasi melalui jalur darat.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Vaksin COVID-19: Kenali Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

Kabar Baru Jam 8

Cinta Produk Indonesia

Sekolah Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru, Seperti Apa Upaya Mitigasinya?