Bagikan:

Kasus Covid-19 Naik, DPR Dorong Pengetatan PPKM

Data Satgas pada Minggu (17/7/2022) tercatat penambahan 3.540 kasus baru, dengan 10 kematian.

NASIONAL

Senin, 18 Jul 2022 13:14 WIB

Author

Muthia Kusuma

kasus Covid-19 naik, protokol kesehatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jum

kasus Covid-19 naik, protokol kesehatan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/7/22). (Antara/Muhammad Iqbal)

KBR, Jakarta- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah menarik tuas rem agar ada pengetatan protokol kesehatan untuk menyikapi tren kasus Covid-19 naik saat ini. Anggota Komisi Kesehatan DPR, Rahmad Handoyo mengatakan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan peningkatan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), khususnya di wilayah yang alami lonjakan kasus seperti DKI Jakarta. Terlebih DKI Jakarta tengah berstatus level tiga transmisi COVID-19 dan wilayah pusat ekonomi dengan masyarakat yang mobilitasnya tinggi.

"Saatnya kita tetap wajib protokol kesehatan. Nah yang kedua, itu juga belum cukup. Perlu ada tracing yang ketat, kemudian surveillansi yang semakin masif. Karena dengan datanya saat ini, sesuai para ilmuwan dan akademisi bisa dua sampai tiga kali lipat. Karena OTG juga banyak dan yang gejala ringan tidak mau ke faskes untuk uji tes, itu menambah laju penularan," ucap Rahmad kepada KBR, Minggu  (17/7/2022).

Anggota Komisi Kesehatan DPR, Rahmad Handoyo meminta masyarakat untuk vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster. Ia menilai ada penurunan partisipasi masyarakat dalam program vaksinasi booster dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan usai landainya kasus korona sebulanan lalu.

Baca juga:


Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu  menegaskan, meski varian BA.4 dan BA.5 mendominasi, namun masih ada juga varian lain seperti Delta yang masih menyebar di tengah masyarakat hingga menyebabkan kasus Covid-19 naik. Selain itu, saat ini masih berpeluang meningkatnya keterisian rumah sakit. Terlebih status pandemi belum dicabut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), serta adanya lonjakan kasus korona di negara lain seperti Amerika Serikat dan negara-negara tetangga Indonesia.

Karenanya ia meminta semua pihak untuk berkolaborasi menekan kasus Covid-19 naik dan melindungi kelompok rentan. Kelompok rentan yang dimaksud adalah lansia, orang dengan komorbid dan yang  belum disuntik booster.

Selain itu, ia juga menyambut baik aturan terkait sanksi tegas mengenai capaian vaksinasi booster di daerah sebagaimana yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait percepatan vaksinasi booster. Menurutnya itu bisa memicu percepatan capaian vaksinasi.

Data Satgas pada Minggu (17/7/2022) tercatat penambahan 3.540 kasus baru, dengan 10 kematian. Total kasus Corona di Indonesia berjumlah 6.134.953 kasus dengan jumlah kematian mencapai 156.849 orang.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending