Bagikan:

ICW: Di Titik Terendah, Kepercayaan Publik ke KPK

Menurunnya tingkat kepercayaan publik tidak terlepas dari akumulasi sejumlah permasalahan yang menerpa KPK.

NASIONAL

Selasa, 12 Jul 2022 13:27 WIB

KPK

Acara Kamisan bertema menolak Revisi UU KPK di Solo, Jawa Tengah, pada (19/9/2019) (Foto: ANTARA / Mohammad Ayudha)

KBR, Jakarta - Lembaga Pemantau Antikorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, saat ini posisi kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di titik terendah.

Menurut peneliti ICW, Lalola Easter, menurunnya tingkat kepercayaan publik tidak terlepas dari akumulasi sejumlah permasalahan yang menerpa KPK.

"Memang itu kombinasi dari beberapa peristiwa dan harus diakui paling tidak sejak 2019 itu ada perubahan, paling tidak dari organisasi masyarakat sipil relasi dengan KPK itu terasa sekali ada perubahan dan itu lagi-lagi ada banyak peristiwa yang mempengaruhi. Tentu kami dari awal masih konsisten di mana kondisinya (KPK) tidak mau berubah sesuai kemauan publik," ujar peneliti ICW, Lalola Easter dalam diskusi bertajuk "Kepercayaan Publik Turun, KPK Kian Tumpul" secara daring, Selasa (12/7/2022).

Lalola juga mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat kepercayaan publik kian merosot terhadap KPK. Mulai dari revisi undang-undang KPK, figur Ketua KPK Firli Bahuri yang kerap bermasalah, hingga ulah Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar yang terkena pelanggaran etik menjadi faktor utamanya.

Baca juga:

- Kasus Gratifikasi Lili Pintauli, Eks Pimpinan KPK: Kalau Mundur, Pidana Selesai?

- Lili Pintauli Siregar Mengapa Tak Tergeserkan?

Sebelumnya, survei Litbang Kompas pada Juni 2022 menunjukkan kepercayaan publik terhadap kinerja KPK kian rendah yaitu hanya 57 persen, paling rendah sejak Januari 2015.

Sementara, hasil survei teranyar Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berada di peringkat keenam dalam tingkat kepercayaan publik. KPK mendapat kepercayaan sebesar 73,3 persen pada Juni 2022, turun dari April 2022 sebesar 70,2 persen.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending