covid-19

Sektor Jasa Keuangan Jadi Target Serangan Siber, Masyarakat Perlu Waspada

Sektor jasa keuangan tak luput dari tantangan ini.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 07 Jul 2021 12:48 WIB

Sektor Jasa Keuangan Jadi Target Serangan Siber, Masyarakat Perlu Waspada

Ilustrasi peretasan di dunia maya. Foto: flickr creative commons

KBR, Jakarta- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta masyarakat mewaspadai serangan siber, sebab saat ini sebagian besar aktivitas masyarakat dilakukan secara digital. Kata dia, sektor jasa keuangan pun tak luput dari tantangan ini.

"Kami mewaspadai ada beberapa potensi penyalahgunaan teknologi ini, untuk keuntungan kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan siber. Dapat kami sampaikan bahwa secara global, satu dari empat serangan siber atau 25,3 persen terjadi di sektor jasa keuangan, selama pandemi Covid-19 ini," ujar Wimboh dalam Webinar Mid Year Economic Outlook Day, Selasa, (06/07/21).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso melanjutkan, perubahan aktivitas masyarakat dalam bekerja juga mendorong peningkatan potensi serangan siber. Banyaknya aktivitas digital memungkinkan pelaku meretas data sektor jasa keuangan masyarakat.

"Patut kita waspadai, khususnya migrasi pola kerja work from office menjadi work from home. Ini juga patut diwaspadai bagaimana traffic informasi sangat heavy di cyber space. Ini juga bisa menimbulkan ada kaitannya dengan besarnya risiko siber tadi terutama di sektor keuangan. Karena informasi di sektor keuangan ini highly confidential dan bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Oleh karena itu, Wimboh meminta seluruh pihak cermat terhadap risiko akibat percepatan transformasi digital, baik secara global dan di dalam negeri.

"Harus cermati percepatan transformasi digital, tidak hanya manfaatnya, di mana masyarakat bisa mendapatkan produk murah, cepat, dan bagus, tapi ingat ada risiko siber," pungkasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Say No To Drugs

Kabar Baru Jam 7

Aksi Remaja Tanpa Narkoba

Coki Pardede, Narkoba, dan Kreativitas

Kabar Baru Jam 8