Moeldoko: Kantor Staf Presiden Bukan Sarang Relawan Jokowi

"Jadi tidak benar kalau di KSP itu hanya tempat para relawan," ujar Moeldoko.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 26 Jul 2019 15:54 WIB

Author

Dian Kurniati

Moeldoko: Kantor Staf Presiden Bukan Sarang Relawan Jokowi

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memberi pengarahan kepada relawan Projo, 15 September 2018. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah tudingan yang menyebut kantor staf kepresidenan menjadi tempat bekerja para relawan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, sesudah Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan itu resmi dibubarkan hari ini. 

Moeldoko mengakui, memang ada beberapa relawan Jokowi pada Pilpres 2014 yang kini berkarier di KSP.

Meski begitu, ia mengklaim, pegawai di kantornya  didominasi anak-anak muda profesional yang berpengalaman bekerja di berbagai perusahaan besar.

"Di KSP ini orang-orang profesional. Kita lihat anak-anak kecil yang malah dia enggak mengerti politik. Betul-betul dia berangkat dari profesional. Dia ingin mendapat hal-hal baru. Jadi tidak benar kalau di KSP itu hanya tempat para relawan. Saya pikir, kecil sekali lah ya. Tapi sebagian besar anak profesional yang memang lahir di perusahaan-perusahaan besar," kata Moeldoko di kantornya, pada Jumat (26/7/2019).

KSP yang baru dibentuk pada era Jokowi tahun 2015, kata Moeldoko, memang difungsikan untuk membantu kerja presiden dan wakil presiden.

Meski begitu, ia membantah Jokowi membentuk KSP untuk menampung kerja atau menjadi wadah para relawannya.

"KSP akan selalu diisi kalangan profesional, bukan politikus," tukas Moeldoko.

Para pegawai KSP saat ini, imbuhnya lagi, mayoritas berasal dari kalangan generasi milenial yang ingin berkontribusi untuk membangun bangsa dan negara.

"Kebanyakan dari para pegawai KSP tersebut, justru meninggalkan pekerjaan di perusahaan terkenal, seperti perbankan yang bergaji besar. Mereka kemudian memilih bekerja di KSP," tutur Moeldoko.

Editor: Fadli Gaper

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Bertahan di Tengah Kepungan Asap Karhutla

Kabar Baru Jam 12