Hari Ke-2 KTT MSG, Rakyat Solomon Island Gelar Aksi Dukung ULMWP

Hari kedua KTT Khusus Melanesian Spearhead Group (MSG) di Honiara, Kepulauan Solomon, diwarnai aksi dukungan untuk ULMWP.

BERITA , NASIONAL , NASIONAL

Kamis, 14 Jul 2016 11:20 WIB

Author

Quinawati Pasaribu

Hari Ke-2 KTT MSG, Rakyat Solomon Island Gelar Aksi Dukung ULMWP

Aksi dukungan rakyat Solomon Island kepada ULMWP agar menjadi anggota tetap di MSG. Foto: Facebook Victor Yeimo

KBR, Jakarta - Hari kedua KTT Khusus Melanesian Spearhead Group (MSG) di Honiara, Kepulauan Solomon, diwarnai aksi dukungan untuk ULMWP. Dalam video yang diunggah Aktivis Kemerdekaan Papua, Benny Wenda, masyarakat Solomon mengenakan kaus putih bergambar Bendera Bintang Kejora dan mengibarkan bendera tersebut di sepanjang jalan.

Dalam video di laman Facebooknya, Benny mengatakan, hari ini akan menjadi sejarah bagi rakyat Kepulauan Solomon. "Kami semua, pemimpin Papua Barat bersama mereka. Hari ini akan menjadi sejarah bagi Solomon," kata Benny Wenda.

Baca juga:

Jelang Putusan ULMWP, Indonesia Walk Out
Aktivis KNPB Dijerat Pasal Penghasutan, LBH Jakarta: Itu Akal-akalan Polisi 

Sejak kemarin, Melanesian Spearhead Group (MSG) menggelar KTT Khusus. Salah satu agendanya adalah keputusan keanggotaan ULMWP atau organisasi pembebasan Papua Barat. Jika ULMWP menjadi anggota tetap MSG, maka lima anggota MSG yang lain bisa mendorong isu pelanggaran HAM di Papua ke PBB dan meminta diadakannya referendum.

MSG beranggotakan negara Melanesia di Pasifik yakni Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Salomon, Vanuatu, dan satu organisasi yaitu Front Pembebasan Nasional dari Kaledonia Baru. Peta dukungan saat ini, Kepulauan Solomon, Vanuatu dan Front Pembebasan Nasional dari Kaledonia Baru, mendukung ULMWP menjadi anggota tetap. Sementara Fiji dan Papua Nugini menyatakan sebaliknya.  

Dukungan untuk ULMWP di Papua juga dilakukan dengan menggelar aksi damai. Sejak kemarin, Kepolisian Papua membubarkan dan menangkap warga Papua yang beraksi damai mendukung ULMWP. Sekretaris Umum KNPB, Ones Suhuniap mengklaim, di Timika setidaknya 100 orang ditangkap dan di Yahukimo ada 1.500 orang diamankan ke kantor bupati.  (dmr)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17