Bagikan:

Vaksinasi PMK, Fokus Ternak Sehat di Zona Merah dan Kuning

"Mengingat jumlah vaksin darurat masih sangat terbatas, maka penyuntikan vaksin akan diprioritaskan untuk hewan sehat"

NASIONAL

Jumat, 17 Jun 2022 07:28 WIB

Vaksinasi perdana penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di Sidoarjo, Jatim, Selasa (14/6/2022).(A

Vaksinasi perdana penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi di Sidoarjo, Jatim, Selasa (14/6/2022).(Antara/Umarul Faruq)

KBR, Jakarta- Kementerian Pertanian menyatakan program vaksinasi hewan ternak akan terus dilakukan dengan menyuntikan vaksin dosis tahap pertama dalam rangka pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Juru bicara Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan, saat ini vaksin impor yang sudah diterima sebanyak 10 ribu dosis dari proyeksi pengiriman 800 ribu dosis tahap pertama.

Kata dia, pengiriman vaksin tahap berikutnya direncanakan tiba  Kamis (16/6) malam melalui bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

"Kami ingin menjelaskan mengingat jumlah vaksin darurat masih sangat terbatas, maka penyuntikan vaksin akan diprioritaskan untuk hewan sehat yang berada di zona merah dan kuning wilayah sumber pembibitan dan sentra peternakan sapi perah," ujar Kuntoro dalam konferensi pers daring, Kamis (16/6/2022).

Kuntoro mengatakan, vaksinasi tahap kedua nantinya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas peternakan serta para pengawas di lapangan. Tujuannya, kata dia, agar distribusi vaksin tepat sasaran dan berjalan efektif.

Kuntoro menambahkan, bahwa Kementan juga mengimbau peternak tetap menjaga biosecurity kandang ternak masing-masing dengan mengurangi lalu lintas ternak dan mengikuti protokol kesehatan hewan yang disampaikan oleh petugas lapangan.

Baca juga:


Sebelumnya, Kementan telah melaksanakan vaksinasi perdana pada Selasa 14 Juni 2022. Vaksinasi   dimulai pada dua lokasi peternakan sapi rakyat Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Sesuai hasil rakor pemerintah dengan komisi IV DPR, akan disiapkan anggaran pengadaan vaksinasi darurat PMK sejumlah 3 juta dosis pada tahap pertama, yakni tahap pertama diadakan 800 ribu dosis, selanjutnya tahap kedua 2,2 juta dosis.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio