Evaluasi PPKM Mikro: Kasus di Jakarta Naik, BOR di Jabar Meningkat

Ada sejumlah rumah sakit yang sudah di ambang batas dengan tingkat keterisian 70-90 persen.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Jun 2021 16:27 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Evaluasi PPKM Mikro: Kasus di Jakarta Naik, BOR di Jabar Meningkat

Petugas tenaga kesehatan di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Jakarta, Minggu (15/11/20). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 14 Juni mendatang di semua provinsi.

Dari hasil evaluasi, Provinsi DKI Jakarta mengalami kenaikan kasus aktif dalam dua pekan terakhir. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti mengatakan kenaikan ini merupakan imbas libur Lebaran.

Widyastuti mengklaim terus menggencarkan pelacakan dan deteksi dini, utamanya kepada masyarakat yang mudik. Dari temuan sejauh ini, lonjakan kasus yang terjadi lebih sedikit dibanding tahun lalu.

"Ditambah lagi, kami di Pemprov DKI telah belajar dan lebih siap, terutama untuk melakukan treatment, seperti penyediaan tempat tidur isolasi mandiri yang langsung disiapkan untuk mereka yang terpapar COVID-19,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima KBR, Selasa (1/6/2021).

Widyastuti mengklaim sudah menyiapkan kapasitas rumah sakit untuk menampung potensi lonjakan pasien. Pemprov DKI Jakarta juga berjanji akan menggenjot cakupan vaksinasi di ibu kota pada perpanjangan PPKM Mikro kali ini.

"Harapannya, jumlah yang mendapat vaksinasi ini akan semakin meningkat dan mendekati 70 persen dari populasi, sehingga semakin cepat kita mencapai imunitas komunal. Hal ini juga diimbangi dengan ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan," ujarnya.

BOR di Jawa Barat Meningkat

Sementara itu di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bed occupancy rate atau tingkat keterisian rumah sakit meningkat cukup signifikan. Dari hasil evaluasi, kenaikan terjadi akibat libur Lebaran dan arus mudik. Bahkan dia menyebut ada sejumlah rumah sakit yang sudah di ambang batas dengan tingkat keterisian 70-90 persen.

"Tolong kalau sudah mendekati 70 persen rumah sakit ya, itu segera mengalokasikan jumlah kamar-kamar rawat yang tadinya untuk penyakit umum kepada penyakit Covid-19. Kemudian saya mengingatkan mohon dikutip oleh wartawan, ada tiga kabupaten yang kasusnya itu selalu tinggi dan sembuhnya selalu rendah. Yaitu Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Garut. Jadi saya mengingatkan para tim di Satgas Cianjur, Bogor, Garut, untuk memperhatikan," kata Ridwan dalam konferensi pers di Bandung, Senin (31/5/2021).

Gubernur Ridwan Kamil juga meminta masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan. Karena dalam beberapa hari terakhir, terjadi penurunan tingkat kedisiplinan.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10