Puluhan Anak Korban Rusuh 22 Mei Jalani 6 Bulan Rehabilitasi

Puluhan anak yang diduga terlibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei 2019 masih dalam penanganan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani hingga 6 bulan ke depan.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 04 Jun 2019 16:19 WIB

Author

Farid Hidayat, Muthia Kusuma

Puluhan Anak Korban Rusuh 22 Mei Jalani 6 Bulan Rehabilitasi

Sejumlah peserta aksi 22 Mei terlibat kericuhan di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). (Foto: ANTARA/ Galih Pradipta)

KBR, Jakarta - Puluhan anak yang diduga terlibat kerusuhan dalam aksi 22 Mei 2019 masih dalam penanganan Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani hingga enam bulan ke depan. Kepala Balai, Neneng Heryani mengungkapkan dari total 53 anak, sebagian di antaranya memang sudah dikembalikan ke orangtua.

Namun, masih ada yang perlu menjalani rehabilitasi lanjutan termasuk pemulihan psikologis. Anak-anak tersebut sebelumnya ditangkap polisi saat ricuh pecah 22 Mei di beberapa titik di Jakarta.

"Sebagian besar sudah diversi sebagaian besar ada yang sudah kembali ke orangtua, ada juga yang direhabilitasi di PSMP Handayani," kata Neneng Hariyani kepada KBR, Selasa (4/6/2019).

Masa rehabilitasi menurut Neneng bisa saja lebih singkat dari enam bulan. Hal ini bergantung penilaian dari masing-masing pendamping atas kondisi anak. Setelah itu, waktu pembinaan akan dibahas lebih lanjut bersama kepolisian.

"Saat ini mereka sedang cuti untuk berlebaran bersama keluarga."

Neneng menambahkan, selama dalam perlindungan balai yang berada di bawah Kementerian Sosial tersebut, anak-anak juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pembinaan etika dan moral, wawasan kebangsaan serta keagamaan.

Baca juga:

Motif Anak-Anak Ikut Aksi

Sebelumnya, petugas di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Handayani telah terlebih dulu memeriksa anak-anak tersebut. Kepala Balai Neneng Heryani mengungkapkan, timnya menemukan beragam motif kenapa anak-anak itu terlibat dalam ricuh pekan lalu.

Ia mengungkapkan, ada anak yang diajak orang dewasa, ada pula yang berinisiatif sendiri ikut unjuk rasa, selain itu ada yang semata terjebak dalam kondisi keos tersebut.

Hasil evaluasi itu akan menentukan program rehabilitasi lanjutan, termasuk pemulihan psikososial.

"Kita punya Sistem Peradilan Pidana Anak, mudah-mudahan nanti kita dorong ke Sistem Peradilan Pidana Anak. Jadi nanti untuk selanjutnya, kalau nanti anak dikategorikan sebagai pelaku, akan didampingi oleh kami, advokasi akan didampingi oleh social worker. Karena anak di sini juga didampingi oleh social worker."

Puluhan anak sebagian besar dari wilayah Jakarta. Namun ada juga yang berasal dari daerah lain seperti Jawa Barat, Banten, Tangerang, Sumatera dan Lampung.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10