Siaga Mudik, PMI Buka Posko Pertolongan Pertama

219 Posko akan disiagakan saat mudik lebaran 2016

BERITA | NASIONAL

Selasa, 21 Jun 2016 11:09 WIB

Author

Iriene Natalia

Siaga Mudik, PMI Buka Posko Pertolongan Pertama

Ilustrasi. Kegiatan donor darah PMI. Foto: KBR/Erwin jalaludin

KBR, Jakarta- Palang Merah Indonesia (PMI) belum menerima laporan kekurangan stok darah selama bulan puasa. Menurut Kepala Biro Humas PMI Pusat, Aulia Arriani, stok darah masih tercukupi sesuai kebutuhan nasional yang mencapai rata-rata 4 juta kantong darah per tahun. 

Hal itu disampaikan Aullia menanggapi pemberitaan soal minimnya stok darah di sejumlah daerah seperti di Tulung Agung, Subang, Kulonprogo dan Karanganyar, dan Balikpapan. 

Aulia menambahkan pihaknya kini tengah mempersiapkan pembukaan posko pertolongan pertama PMI menghadapi arus mudik lebaran 2016. Ini untuk mencukupi kebutuhan darah  jika terjadi kecelakaan lalu lintas. 

"Memang kita siapkan posko pertolongan pertama di seluruh provinsi maupun kabupaten kota. Itu mulainya H-12 hingga H+10 setelah lebaran. Dibuka terus selama 24 jam. Kami masih menunggu meeting antara PMI dengan stake holder lainnya dengan Kemenhub, untuk penentuan lokasi. Harusnya minggu ini ya,"ujarnya kepada KBR, Selasa (21/06/2016).

Aulia menambahkan, posko pertolongan pertama (Posko PP) dalam rangka Siaga Lebaran PMI 2016 akan dibuka pada titik-titik rawan kecelakaan arus mudik dan balik lebaran. Posko PP yang ditargetkan mulai dibuka minggu ini diharapkan bisa membantu para pemudik yang membutuhkan bantuan medis di perjalanan mudik.

"Untuk nama-nama lokasinya itu sudah  ada seperti tahun-tahun lalu di sepanjang Pantura dengan jalur mudik Sumatera." 

Untuk pembukaan Posko ini, Aulia mengatakan PMI berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Polri dibawah komando Kementerian Perhubungan untuk membuka 219 Posko. Sebanyak 327 mobil ambulance dan 5000 personil gabungan paramedis dan relawan akan disiagakan saat arus mudik dan balik lebaran.


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Seleksi CPNS 2019 Diskriminatif