Kelompok Intoleran Gelar Razia, Polisi Harus Bertindak

Selama tujuh bulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla terdapat 116 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 09 Jun 2015 10:27 WIB

Author

Ade Irmansyah

Kelompok Intoleran Gelar Razia, Polisi Harus Bertindak

Pada bulan puasa umat Islam memperbanyak ibadah dengan cara menghatamkan Al-Quran dan I'tikaf di dalam masjid. Foto: Antara

KBR, Jakarta – LSM pemerhati kebebasan beragama, Setara Institute, mendesak Pemerintah khususnya Kepolisian menindak tegas aksi razia yang dilakukan kelompok intoleran dengan dalih memerangi maksiat selama masa Ramadhan.

"Seperti Anda ketahui sejak tahun 2007 saya kira kami mengeluarkan laporan tahunan setiap awal tahun dan tengah tahun kami juga mengeluarkan laporan menyangkut kebebasan beraga dan berkeyakinan,"  ujarnya kepada wartawan di Kantor Setara Institute, Selasa (9/6/2015).

Ketua Setara Institute, Hendardi mencatat, selama tujuh bulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla ada 116 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dan berkeyakinan. Hal itu jauh dari harapan publik terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Karena itu, dia khawatir aksi kekerasan selama Ramadhan kembali marak terjadi.

“Kepada pemerintah yang baru ini tentu saja ada harapan baru yang ingin kami jemput sebetulnya, karena itu dorongan terhadap ini semakin kuat,” tambahnya.

Hendardi menambahkan, selama tujuh bulan masa jabatan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla belum ada kemajuan berarti di bidang kebebasan beragama.

Hal itu bertolak belakang dengan optimisme publik akan adanya perubahan signifikan, khususnya dalam bidang kebebasan beragama dan berkeyakinan saat Jokowi terpilih sebagai presiden.



Editor: Quinawaty Pasaribu

  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI