Bekas Pelatih Persiba Balikpapan Akui Pernah Ditawari Mafia Pengaturan Skor

Mafia pengaturan skor bekerja melalui perantara

BERITA , NASIONAL

Rabu, 17 Jun 2015 19:35 WIB

Author

Teddy Rumengan

Bekas Pelatih Persiba Balikpapan Akui Pernah Ditawari Mafia Pengaturan Skor

Ilustrasi pertandingan bola

KBR, Balikpapan– Bekas pelatih Persiba Balikpapan, Eddy Simon Badawi mengaku pernah ditawari mafia sepak bola untuk terlibat pengaturan skor. Ujarnya, tawaran tersebut tidak disampaikan secara langsung, namun menggunakan perantara. Meski begitu, dia enggan membeberkan nama-nama yang terlibat dalam pengaturan skor tersebut.

“Ada beberapa kali yang menawarkan tapi selalu saya tolak. Memang tawarannya gak langsung. Melalui orang lain. Tapi selalu saya tolak karena saya tak ingin reputasi saya tercoreng,” kata Eddy Simon ketika dihubungi KBR, Rabu (17/6) sore.

Pelatih yang pernah sukses mengantarkan Putra Samarinda Juara Duvisi Utama 2010 lalu itu pun mendukung langkah pemerintah membenahi persepakbolaan Indonesia. Sehingga kata dia, sepakbola Indonesia menjadi lebih baik dan berprestasi.

Dia juga meminta, pembenahan itu meliputi tunggakan gaji pelatih dan pemain yang dilakukan manajemen klub. Eddy Simon pun mengaku, hingga kini gajinya belum dilunasi manajemen Kalteng Putra dan Bontang FC yang nilainya mencapai Rp 515 juta.

“Sampai sekarang belum ada niat baik mereka melunasi. Begitu kalau kompetisi habis mereka lepas tangan. Padahal tunggakan gaji saya itu sudah beberapa tahun terakhir. Sudah berulang-ulang ditagih tapi tidak direspon. Makanya ini yang perlu adanya pembenahan sepakbola, sehingga pemain dan pelatih tidak mengalami hal seperti ini juga,” tuturnya.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Dinilai Lamban Antisipasi Gagal Panen di Musim Kemarau

Menyiasati Mahalnya Biaya Pendidikan

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14