Bagikan:

Waspadai 3 Potensi Momen Penularan Covid saat Lebaran

Selama libur Lebaran, pemerintah daerah juga mesti mendata lokasi wisata berdasarkan tingkat keamanan untuk dikunjungi.

NASIONAL

Minggu, 01 Mei 2022 19:26 WIB

Author

Heru Haetami

Seorang warga membawa pulang bungkus ketupat yang dibelinya di pasar tradisional Lhokseumawe, Aceh,

Seorang warga membawa pulang bungkus ketupat yang dibelinya di pasar tradisional Lhokseumawe, Aceh, Minggu (1/5/2022). (Foto: Antara)


KBR, Jakarta - Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta masyarakat tak abai saat merayakan Idulfitri bersama keluarga. Apalagi, pandemi Covid-19 masih perlu diwaspadai.

Kata Dicky, kunci penting yang harus dijaga adalah protokol kesehatan untuk mengurangi potensi penularan virus. Ia mengingatkan kalau masih ada ketimpangan vaksinasi yang berpotensi memunculkan varian baru virus korona. 

“Ada data yang cukup mengkhawatirkan terakhir terkait COVID-19 ini. Pertama adalah bahwa dunia semakin longgar, abai, sementara target pencapaian vaksinasi atau imunitas belum memadai. Yang artinya jauh di bawah 70 persen tapi sudah terjadi banyak pelonggaran disertai juga belum tercapainya kesetaraan vaksinasi. Sehingga adanya penyebaran sirkulasi virus yang tidak terkendali ini terjadi di tahun ketiga pandemi,” kata Dicky ketika dihubungi KBR, Minggu (1/5/2022).

Dicky menyebut tiga potensi penularan virus saat momen Lebaran yaitu ketika salat Idulfitri, halalbihalal serta kunjungan ke lokasi wisata. 

Baca dan dengarkan juta: Podcast Uang Bicara: Duit THR Buat Hepi-hepi atau Investasi?

Dicky meminta pemerintah daerah untuk mempercepat cakupan vaksinasi, terutama bagi para pemudik. Selama libur Lebaran, pemerintah daerah juga mesti mendata lokasi wisata berdasarkan tingkat keamanan untuk dikunjungi. 

“Tempat-tempat berisiko tinggi diberi penanda sehingga bisa dihindari,” katanya.

Pemerintah sudah menetapkan 1 Syawal dan Idulfitri 1443 Hijriah jatuh pada hari Senin, 2 Mei 2022. Keputusan ini disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah mekanisme sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama, Minggu (1/5/2022). Dari 99 titik pengamatan, ada yang melaporkan melihat hilal yang sudah sesuai kriteria memasuki bulan baru.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico