Bagikan:

Libur Idulfitri 2022: Mobilitas Tinggi, Disiplin Prokes Rendah

Mobilitas tinggi masyarakat itu memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional, sekaligus berpotensi pada peningkatan kasus positif COVID-19.

NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2022 19:45 WIB

Author

Heru Haetami

Disiplin Prokes Rendah

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Tangkapan Layar Akun Youtube BNPB RI)

KBR, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan, mobilitas masyarakat keluar rumah pada saat libur Lebaran 2022 meningkat tinggi hingga 44,46 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, mobilitas tinggi masyarakat itu memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional. Namun, sekaligus pula berpotensi pada peningkatan kasus positif COVID-19.

"Perlu kita sadari, meningkatnya mobilitas juga dapat berdampak pada peningkatan kasus. Sehingga mengimbau pada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak yang relatif aman, dan mencuci tangan, masih sangat diperlukan pasca-lebaran. Ini untuk meminimalisir efek ping-pong penularan COVID-19,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa (10/5/2022).

Baca juga:

Ada Potensi Lonjakan Kasus COVID-19 Pasca-Libur Lebaran

Satgas Covid-19: Pandemi Belum Usai, Terapkan Prokes Saat Lebaran

Wiku memaparkan, tahun ini mobilitas saat Idulfitri terjadi 48,1 persen, sedangkan mobilitas Lebaran di tahun sebelumnya hanya 3,64 persen.

Adapun bila dilihat dari data pemantauan protokol kesehatan, Wiku menyebut, di masa menjelang cuti bersama hingga Idulfitri 24-30 April dan 1-7 Mei 2022, terjadi kenaikan jumlah orang dipantau dan ditegur di tempat wisata. "Jumlahnya dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya," ungkap Wiku.

Selain itu, angka kepatuhan selama cuti bersama dari 27 provinsi terpantau, diketahui bahwa masih terdapat 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai masker di area restoran atau kedai. Sedangkan pada area pemukiman sebanyak 22,1 persen masyarakat yang tak mau pakai masker.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Menghidupkan Dwifungsi TNI

Most Popular / Trending