Masyarakat Nekat Mudik, Lansia Bisa Terinfeksi Covid-19

“Karena kita sudah pernah mencapai angka kasus di atas 10 ribu, di akhir tahun 2020 kemudian awal tahun 2021. Pada kondisi itu kan libur panjang..."

BERITA | NASIONAL

Senin, 10 Mei 2021 08:16 WIB

Author

Yovinka Ayu

Masyarakat Nekat Mudik, Lansia Bisa Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi kendaraan pemudik memadati ruas Tol Cikopo-Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemudik yang nekat berkunjung ke kampung halaman berpotensi menularkan virus korona, khususnya kepada lanjut usia (lansia). Hal ini disampaikan epidemiolog dari Universitas Airlangga, Surabaya, Laura Navika Yamani.

Menurutnya, meski lansia sudah divaksinasi, namun tidak bisa dipastikan mereka akan aman dari infeksi Covid-19. Sebab, dibutuhkan waktu kurang lebih sebulan untuk membentuk antibodi pascavaksinasi.

“Apalagi ketika keluarganya ini kemudian memaksakan diri untuk datang, untuk silaturahmi, untuk berkunjung kepada orangtuanya yang masuk dalam golongan lansia. Karena dikhawatirkan ini sangat berisiko, kan sebetulnya adalah kelompok lansia. Jangan sampai mereka banyak yang mudik kemudian yang menerima dampak itu sebetulnya ya kelompok lansia ini. Karena kita akan melihat nanti, ya kalau itu tetap dibiarkan, orang-orang abai terhadap protokol kesehatan, ya sangat mungkin terjadi peningkatan kasus kematian ini akan terjadi,” kata Laura saat dihubungi KBR, Minggu (9/5/2021).

Epidemiolog dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani meminta pemerintah waspada terhadap peningkatan kasus Covid-19 setelah Lebaran. Sebab, berkaca pada data sebelumnya, terdapat tren kenaikan kasus pada libur Natal dan Tahun Baru 2021.

“Karena kita sudah pernah mencapai angka kasus di atas 10 ribu, di akhir tahun 2020 kemudian awal tahun 2021. Pada kondisi itu kan libur panjang, nah ini dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, liburan, sama halnya dengan Lebaran. Jadi hampir semua waktu libur panjang ini akan berisiko untuk meningkatkan kasus,” ujarnya.

Tingkatkan 3T

Laura juga menyarankan pemerintah memperkuat 3T, yakni testing, tracing, treatment, serta menyiapkan fasilitas pelayanan kesehatan guna mengantisipasi kenaikan jumlah kasus Covid-19.

Selain itu, program vaksinasi pada lansia juga harus terus dilakukan. Sebab, lansia termasuk golongan yang rentan tertular virus korona atau Covid-19. Ia berharap pemerintah dapat segera memperbanyak stok vaksin dan jumlah vaksinator agar kekebalan kelompok segera tercapai.

“Jadi semakin cepat masyarakat kita yang mendapatkan vaksin ya kita berharap herd immunity-nya akan segera tercapai, sebelum munculnya varian-varian baru yang nanti akan berdampak pada kualitas dari vaksin,” pungkasnya.

Kasus Covid-19 Bertambah Usai Lebaran

Sebelumnya, pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 mulai 6-17 Mei 2021. Larangan diberlakukan karena pandemi Covid-19 di tanah air masih belum selesai. Semua moda transportasi dilarang beroperasi pada tanggal tersebut, kecuali dengan syarat tertentu.

Namun, sebagian masyarakat masih nekat mudik saat larangan diberlakukan. Hal ini dikhawatirkan dapat meningkatkan angka penularan virus korona karena mobilitas masyarakat. Sebab, usai libur Lebaran tahun lalu, kasus Covid-19 meningkat hingga lebih dari 90 persen.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta