Kerahkan 700-an Personel, Polisi Jaga Aksi Karyawan Freeport Sebulan Penuh

Para buruh menuntut sejumlah hal, termasuk desakan kepada pemerintah Indonesia agar bertindak cepat mengatasi konflik karyawan dan manajemen perusahaan di PT Freeport Indonesia dan melindungi pekerja.

BERITA | NASIONAL

Senin, 01 Mei 2017 20:41 WIB

Author

Katarina Lita

Kerahkan 700-an Personel, Polisi Jaga Aksi Karyawan Freeport Sebulan Penuh

Karyawan PT Freeport Indonesia menggelar aksi demonstrasi sebulan penuh, sambil memperingati Hari Buruh, di Timika, Senin (1/5/2017). (Foto: Serikat Karyawan Freeport/Katarina Lita)


KBR, Jayapura - Kepolisian Daerah Provinsi Papua mengerahkan tujuh kompi anggota kepolisian atau sekitar 700-an personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan para pekerja PT Freeport Indonesia.

Kapolda Papua Boy Rafli Amar mengatakan dari jumlah personel yang dikerahkan itu, sekitar 200-an berasal dari Brimob Polda Papua.

Dalam aksi Senin, 1 Mei 2017, sekitar 6000 orang karyawan PT Freeport yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Pro Perubahan memenuhi Lapangan Timika Indah, Kota Timika, Kabupaten Mimika.

Para buruh menuntut sejumlah hal, termasuk desakan kepada pemerintah Indonesia agar bertindak cepat mengatasi konflik karyawan dan manajemen perusahaan di PT Freeport Indonesia dan melindungi pekerja.

Kapolda Papua Boy Rafli Amar mengatakan aparat bersiaga mencegah provokasi dalam aksi karyawan PT Freeport Indonesia.

"Kita sudah berusaha melakukan negosiasi dan komunikasi. Jangan sampai aksi buruh disusupi atau diprovokasi pihak-pihak yang tidak bertaggung jawab. Sampai siang tadi masih sesuai kesepakatan awal, belum ada yang berusaha memprovokasi. Tugas kami pun harus melakukan pendekatan yang sifatnya persuasif dan tidak boleh jadi pemicu," kata Boy Rafli di Polda Papua, Senin (1/5/2017).

Rencana, aksi karyawan Freeport akan dilakukan selama satu bulan penuh hingga 31 Mei mendatang.

Dalam aksi hari ini, para karyawan PT Freeport juga menuntut polisi membebaskan Sudiro, Ketua PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia yang ditahan Polda Papua, sejak 6 bulan lalu. Sudiro ditahan atas tuduhan penggelapan.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber