Simposium 65 Tandingan, Luhut: Saya Diundang karena Ikut Mendanai

Perwakilan pemerintah dalam acara simposium itu, diwakili Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 31 Mei 2016 20:12 WIB

Author

Dian Kurniati

Simposium 65 Tandingan, Luhut: Saya Diundang karena Ikut Mendanai

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Politik, dan Keamanan Luhut Panjaitan (Foto: KBR)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Politik, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengaku menerima undangan untuk menghadiri simposium tandingan kasus 65. Bahkan dia mengaku, kementeriannya ikut mendanai acara tersebut.

"Ya diundang. Wong kita yang mendanai kok. Sebagian. (Besarannya berapa, Pak?) Masa besarannya dikasih-kasih tahu. Rahasia perusahaan," kata Luhut di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (31/05/16).

Meski begitu dia tambahkan tak bisa menghadirinya. "Besok saya ke Bali. Sudah ada Pak Menhan ke situ. (Hari keduanya?) Kan Pak Menhan sudah ada. Ada yang lain juga," tambahnya.

Luhut mengatakan, pemerintah tidak mempermasalahkan simposium tragedi 65 tandingan itu. Kata dia, kehadiran pemerintah cukup diwakili oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Pada simposium itu, Ryamizard dijadwalkan hadir pada hari pertama untuk membuka acara.

Simposium tragedi 65 tandingan tersebut digagas Purnawirawan TNI Kiki Syahnakri. Simposium itu akan digelar selama dua hari pada mulai besok. Pembicara yang hadir diantaranya Purnawirawan TNI Sintong Panjaitan, ormas intoleran FPI Habib Riziek, dan Politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Sama seperti simposium 65, simposium tandingan itu juga akan merumuskan rekomendasi yang akan diserahkan kepada pemerintah.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Polusi Udara Ibu Kota

What's Up Indonesia

Kabar Baru Jam 8