Mensos: Gelar Pahlawan Gus Dur dan Soeharto Satu SK

Tim peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sudah mengeluarkan satu paket surat yang di dalamnya tercantum usulan gelar pahlawan Gus Dur dan Soeharto.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 29 Mei 2016 21:50 WIB

Author

Muji Lestari

Mensos:  Gelar Pahlawan Gus Dur dan Soeharto Satu SK

Khofifah Indar Parawansa. Foto: Muji Lestari

KBR, Jombang - Usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Keempat Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terus dibahas. Selain Gus Dur, rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden Kedua Indonesia Soeharto juga sedang digodok. Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, usulan gelar keduanya tertuang dalam satu Surat Keputusan (SK).

Menurutnya, tim peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sudah mengeluarkan satu paket surat yang di dalamnya tercantum usulan gelar pahlawan Gus Dur dan Soeharto.

"Satu SK dua nama, kemudian dalam catatan itu diendapkan menunggu waktu tertentu, jadi posisinya diendapkan, bukan ditolak ya, tapi menunggu sampai batas waktunya," kata Khofifah.

Dia juga menjelaskan, proses pengusulan itu sudah selesai didiskusikan di tingkat kabupaten. Selanjutnya, tahapan seminar harus dilakukan di tingkat provinsi dan terakhir dibahas TP2GD di pusat. Selanjutnya hasil akan disampaikan kepada dewan gelar untuk kemudian diserahkan ke presiden.

Meski demikian, Khofifah tak bisa memastikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur dan Soeharto akan diberikan pada tahun ini atau tidak. Dia menegaskan jika tahapannya sudah tuntas, tidak menutup kemungkinan pada bulan November sudah ada hasil.

Sebelumnya, muncul wacana dari Partai Golkar untuk mengusulkan Soeharto menjadi pahlawan nasional. Ini disampaikan oleh Abu Rizal Bakrie pada pidatonya di Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar di Bali beberapa pekan lalu.

Mekanisme pengangkatannya akan dibahas di sidang komisi. Menurut Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, sekalipun sosok Soeharto dikelilingi kontroversi mengenai tindak KKN di masa pemerintahannya dan serangkaian tindakan represinya, namun Soeharto sudah mendapatkan ganjarannya dengan penurunan dia dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Karena itu, Luhut menyetujui wacana pengangkatan Soeharto menjadi pahlawan nasional. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8