Kelompok Antikomunis Minta Film G30S/PKI Kembali Diputar

Ia menuding anak muda saat ini tidak tahu sejarah.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Mei 2016 14:53 WIB

Author

Ria Apriyani

Kelompok Antikomunis Minta Film G30S/PKI  Kembali Diputar

Film G30SPKI Foto: IMDB

KBR, Jakarta - Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto meminta pemerintah memutar kembali film propaganda Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI . Pada rezim Soeharto, film besutan Arifin C. Noer ini ditayangkan di TVRI secara periodik. Selain itu, rekaman sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) terhadap orang-orang PKI juga perlu ditayangkan ke tengah publik.

"Bagus itu. Film G30S itu. Itu kan tentang bagaimana hebatnya jenderal-jenderal kita. Bahkan tambah lagi dari saya, diputar itu rekaman yang namanya Mahkamah Militer Luar Biasa. Bisa itu secara periodik, sewaktu-waktu," ujarnya di sela acara Silaturahim Purnawirawan TNI/Polri, Organisasi Masyarakat Keagamaan dan Kepemudaan di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat, (13 / 5/ 2016).  

Dengan penghentian film tersebut, Prijanto menuduh pemerintah dan penyintas '65 berusaha menutupi sejarah. Purnawirawan TNI ini yakin Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai dalang pembantaian Jenderal pada 30 September 1965. Itu sebab, ia meminta Agus Widjojo Ketua Panitia Pengarah Simposium Tragedi 1965 yang kini menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk kembali buka arsip sejarah.

"Kemarin katanya Lemhannas mau meluruskan sejarah. Gampang, marilah ke Perpustakaan Nasional saja. Cari arsip rekaman sidang Mahkamah Militer Luar Biasa yang menyidangkan gembong-gembong PKI. Itu sidang terbuka," ujarnya.

Prijanto menganggap tragedi pasca 1965 terjadi lantaran pemberontakan PKI yang meletus jauh sebelum 1965, seperti pada 1948.

Pekan ini, Komite Intelijen Pusat dikabarkan menggelar konsolidasi dengan Komite Intelijen Daerah. Salah satu simpulan rapat adalah menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk kembali memutar film G30S/PKI kepada peserta didik.

Rencana Komite Intelijen Pusat (Kominpus) untuk mengupayakan pemutaran ulang film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI mendapat kritik dari kalangan pekerja film.  Salah seorang sineas film dokumenter, Hafiz Rancajale mengatakan film itu sangat tidak baik bagi anak-anak sekolah.  Hafiz yang juga kurator film di Forum Lenteng mengatakan akurasi dari film itu sangat diragukan karena merupakan versi sejarah tunggal dari pemerintah.


Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Menteri Nadiem Makarim Diminta Kaji Ulang Kebijakan Kampus Merdeka