Jokowi Minta Daerah Pasarkan Industri Hilir

Presiden Jokowi mendorong tiap kepala daerah bersaing memasarkan potensi daerahnya masing-masing. Dia pun menekankan, agar daerah fokus memprioritaskan program unggulan.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 07 Mei 2016 21:50 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jokowi Minta Daerah Pasarkan Industri Hilir

Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja ke Kalimantan Barat. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah mengembangkan dan memasarkan industri hilir. Jokowi menghendaki Indonesia tidak lagi menjadi negara penghasil bahan mentah, melainkan barang setengah jadi atau barang jadi. Karenanya, kata dia, daerah harus mampu membuat terobosan untuk menarik investor menanamkan modal untuk di sektor hilir.

"Sehingga memasarkan daerah itu, jangan sekali-kali kita sekarang ini mengangkat-angkat lagi komoditas, masalah bahan mentah kita, harusnya sudah masuk ke hiliisasi, memasarkan itu harus masuknya ke industrialisasi. Era komoditi sudah berakhir, kita harus mengakhiri era komoditi, jualan kita adalah jualan barang setengah jadi atau barang jadi" kata Jokowi di JI Expo Kemayoran, Sabtu (7/5).

Jokowi mendorong tiap kepala daerah bersaing memasarkan potensi daerahnya masing-masing. Dia pun menekankan, agar daerah fokus memprioritaskan program unggulan.

"Daerah satu memasarkan, tanah saya di kabupaten saya, hanya 100 rb permeter, silakan masuk. Daerah lain, saya ada 50 ribu permeter, silakan masuk, daerah yang lain saya gratiskan, kenapa tidak? tapi asal investor masuk, terutama industri yang untuk hilirisasi. Di Vietnam juga ada yang digratiskan beberapa daerah" kata dia.

Presiden menambahkah, banyak produk industri hilir lokal yang berpotensi merambah pasar internasional, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di negara lain seperti Afrika dan Amerika Latin.

"Banyak sekali produk kita yang mampu masuk ke pasar internasional. Pasar internasional pun itu bukan hanya pasar-pasar yang besar, jangan membayangkan pasar harus ke Amerika, ke Eropa, pasar yang lain di Afrika juga bayak, Amerika Latin" tutur Jokowi.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada