Bagikan:

Isu PKI, Penyintas 65 : Itu Provokasi

KBR, Jakarta- Penyintas 65, Uchikowati atau biasa disapa Ibu Uci menyebut isu PKI yang marak beberapa hari terakhir di media sosial merupakan provokasi pihak tertentu.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 10 Mei 2016 14:18 WIB

Author

Eli Kamilah

Isu PKI, Penyintas 65 : Itu Provokasi

Ilustrasi. Aksi menuntut pengungkapan dan penuntasan kasus tragedi 1965. Foto: komnasham.go.id

KBR, Jakarta- Penyintas 65, Uchikowati atau biasa disapa Ibu Uci menyebut isu PKI yang marak beberapa hari terakhir di media sosial merupakan provokasi pihak tertentu. Kata Uci, isu ini sengaja dihembuskan untuk menghambat penyeleseian tragedi 65/66. Apalagi saat ini, hasil rekomendasi simposium 65/66 tengah dirumuskan. 

Uci membantah anggapan adanya keluarga korban 65 yang terlibat. Kata dia, keluarga korban masih mengalami traumatik atas peristiwa tersebut.

"Itu sebuah provokasi untuk mengeruhkan rencana penyeleseian kasus 65, setelah simposium diselenggarakan. Kalau itu dilakukan keluarga 65 menurut saya itu tipis kemungkinannya, karena keluarga 65 itu masih banyak merasakan traumatik,"kata Uci kepada KBR, Selasa (10/5/2016)

Uci meminta pemerintah tidak bertindak brutal dengan menangkap siapapun penyebar isu PKI tanpa diadili terlebih dahulu."Pak Luhut sebagai menkopolhukam menyerukan ke seluruh jajarannya untuk tidak main hakim terhadap yang dituduh,"ujarnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Mojokerto, Jawa Timur, membubarkan konser musik yang berlangsung di GOR Majapahit Mojokerto pada Minggu 8 Mei malam. Alasannya, salah satu band pengisi acara Mesin Sampink band memainkan lagu Genjer–genjer yang disebut terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Kepala Kepolisian Resor Kota Mojokerto, Nyoman Budiarso mengatakan, pembubaran dilakukan untuk menghindari kemungkinan adanya gesekan antara penonton dengan kelompok masyarakat lainnya.  

Sebelumnya juga beredar pesan berantai di jejaring media sosial terkait isu pembagian kaus bergambar Palu Arit gratis yang bakal dilakukan pada tanggal 9 Mei 2016 bertepatan dengan Hari Lahir Partai Komunis Indonesia ke-102 tahun. Namun isu itu tidak terbukti. 

 Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih