4 ABK Masih Disandera, Menteri Retno: Kami Tidak Akan Bayar Tebusan

Lokasi empat ABK WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf selalu terpantau.

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Mei 2016 17:58 WIB

Author

Ria Apriyani, Bambang Hari

4 ABK Masih Disandera, Menteri Retno: Kami Tidak Akan Bayar Tebusan

Sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI yang menjadi korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf, berjabat tangan dengan perwakilan Pemerintah saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5).

KBR, Jakarta- Pemerintah mengatakan lokasi keempat ABK WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf selalu terpantau. Menteri Luar Negeri Retno L. Marsudi mengatakan pemerintah masih berusaha membebaskan keempat ABK TB Hendry. Ia menegaskan, pemerintah tidak akan membayar tebusan.

"Saat ini kita masih terus bekerjakeras untuk membebaskan 4 ABK WNI lainnya. Pemerintah akan memanfaatkan semua opsi yang terbuka untuk dapat membebaskan keempat Warga Negara Indonesia tersebut." Ujar Retno, Senin (5/2/2016)

Ia melanjutkan,"seperti yang telah disampaikan sebelumnya, pemerintah tidak akan membayar tebusan kepada penyandera. Lokasi mereka sampai sekarang terpantau,"

Jumat(15/4/2016) lalu, pembajakan kembali terjadi di perairan perbatasan Pulau Mata King Filipina dengan Pulau Ligitan Tawau Sabah Malaysia. Enam orang ABK berhasil selamat, namun empat masih ditahan. Menurut keterangan salah satu juru kemudi kapal Brahma 12, keempat sandera tersebut ditawan terpisah dari sepuluh ABK Kapal Brahma yang kemarin dibebaskan.

Dalam waktu dekat, Retno akan bertemu dengan Pemerintah Malaysia dan Filipina untuk membahas pengetatan keamanan kawasan perairan. 

Pemerintah optimistis upaya diplomasi bisa ditempuh untuk membebaskan warga Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, jalur diplomasi terbukti mampu dilakukan untuk membebaskan sepuluh orang sandera yang baru saja dipulangkan. Upaya diplomasi kata dia, dipermudah dengan banyaknya kemiripan antara Filipina dan Indonesia.

"Hubungan kita dengan Filipina, baik itu pemerintahan dengan pemerintahan, serta masyarakat dengan masyarakat terjalin dengan baik. Selain itu, kita dan mereka juga memiliki kemiripam dari segi religi dan lain sebagainya," ujarnya usai menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan di kantornya, Senin malam.

"Tiap hari Presiden Joko Widodo menghubungi langsung Presiden Aquino untuk mengetahui perkembangan keempat warga negara kita," katanya.

Minggu malam (1/5), sepuluh ABK  telah dibebaskan setelah sejak akhir Maret lalu disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Sebelumnya kelompok militan meminta tebusan 50 juta peso atau setara dengan Rp 14,3 miliar. Namun pemerintah menegaskan tidak membayarkan uang tebusan untuk membebaskan ke sepuluh ABK. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17