Pemerintah Masih Kaji Pembentukan Lembaga Pembiayaan Industri

Selama ini pembiayaan dari bank membuat industri dalam negeri kurang kompetitif akibat suku bunga yang relatif tinggi.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 05 Mei 2015 14:22 WIB

Author

Khusnul Khotimah

Menteri Perindustrian, Saleh Husin.Foto: Antara

Menteri Perindustrian, Saleh Husin.Foto: Antara

KBR, Jakarta- Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui pembentukan lembaga pembiayaan untuk industri memang mendesak untuk direalisasikan. Kata dia, selama ini pembiayaan dari bank membuat industri dalam negeri kurang kompetitif akibat suku bunga yang relatif tinggi jika dibandingkan negara Asean lainnya. Meski begitu, pembentukan lembaga tersebut perlu kajian yang matang dan harus diakselerasi dengan UU Perbankan yang saat ini masuk dalam Prolegnas di DPR.

“(Pendanaan dari mana? ) in bantuan penyertaan dari pemerintah atau lembaga lainnya. Ini yang akan dirumuskan. Masih dikaji siapa saja yang terlibat, “kata Menteri Perindustrian Saleh Husin dalam seminar KADIN di Jakarta.

Saleh Husin menambahkan, lembaga pembiayaan tersebut bisa saja berupa bank baru namun khusus untuk industri ataupun lembaga pembiayaan.

Sementara itu KADIN mendesak pemerintah segera merealisasikan lembaga pembiayaan untuk industri. Selama ini pembiayaan industri berasal dari bank dengan bunga yang dianggap masih tinggi sehingga tak bisa kompetitif. Lembaga pembiayaan industri sendiri merupakan amanat dari UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang perindustrian.

Editor: Malika


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri