Agar Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,4 persen, Ini Saran Gubernur BI

KBR, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyatakan pemerintah harus melakukan sejumlah reformasi struktural di antaranya pembangunan infrastruktur.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 06 Mei 2015 16:52 WIB

Author

Erric Permana

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. Foto: Antara

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menyatakan pemerintah harus melakukan sejumlah reformasi struktural di antaranya pembangunan infrastruktur dan melakukan belanja anggaran dengan baik untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,7 persen. Selain itu juga kata dia, pemerintah juga harus bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi anggaran. Dia yakin, jika hal tersebut terus dilakukan pemerintah, maka pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4 - 5,8 persen.

"Tetapi yang ingin saya sampaikan Insya Allah kuartal II akan lebih baik, karena kita tahu anggarannya telah tersedia, proses pengadaanya sudah disusun dan kita meyakini bahwa kalau nanti kuartal II hingga IV ada percepatan serapan anggaran dengan baik, itu akan bisa membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga khususnya dari belanja Pemerintah dan investasi, kita juga melihat reformasi strukutural yang dilakukan pemeintah sesuai yang perlu mendapatkan fokus dukungan mulai dari pengalihan subsidi BBM, PTSP, pemberian kewenangan K/L agar PTSP berikan Izin, pembangunan infrastruktur, pembangkit listrik itu bagus," ujarnya di Istana Negara.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, menambahkan lambannya pertumbuhan ekonomi ini disebabkan oleh sejumlah faktor di antaranya pengaruh dari ekonomi global dan juga turunnya harga sejumlah komoditas serta belum disahkannya APBN-P 2015 sehingga dan masih ada 10 kementerian/lembaga yang nomenklatur masih disesuaikan sehingga pengeluaran pemerintah masih terhambat. 

Sebelumnya, BPS menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat paling rendah yakni 4,7 persen. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10