Bagikan:

Wapres: Masih Banyak Warga Ragu Berinvestasi di Pasar Modal Syariah

"Kepada generasi muda saya berpesan, mulailah belajar berinvestasi. Namun dalam berinvestasi terlebih dahulu harus memahami secara mendalam khususnya terkait pasar modal syariah"

NASIONAL

Selasa, 12 Apr 2022 13:46 WIB

Author

Ranu Arasyki

Sambutan Wapres Ma'ruf Amin dalam Temu Ilmiah Nasional ke-XX oleh Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Is

Sambutan Wapres Ma'ruf Amin dalam Temu Ilmiah Nasional ke-XX oleh Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam. Senin (26/07/21) (kbr_Setwapres)

KBR, Jakarta— Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak generasi muda untuk mulai berinvestasi di pasar modal syariah.

"Kepada generasi muda saya berpesan, mulailah belajar berinvestasi. Namun dalam berinvestasi terlebih dahulu harus memahami secara mendalam khususnya terkait pasar modal syariah dan kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam pembelajarannya," kata Ma'ruf Amin di acara Peluncuran Video Edukasi, Video Sejarah & Talkshow Pasar Modal Syariah Indonesia, Selasa (12/4/2022).

Baca Juga:

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai masih banyak masyarakat yang ragu berinvestasi di pasar modal syariah. Salah satu alasannya terkait aspek kehalalannya. Padahal, kata dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa halal terhadap jenis investasi itu.

"Dengan demikian sebetulnya masyarakat tidak perlu ragu lagi berinvestasi di pasar modal syariah karena seluruh transaksi dalam pasar modal syariah sudah sesuai dengan prinsip syariah, berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI," sambungnya. 

Wakil Presiden optimistis industri pasar modal syariah akan berkembang, baik di segi pertumbuhan investor, kinerja transaksi, dan inovasi produknya. Terlebih, potensi masyarakat muslim di Indonesia yang belum tersentuh dengan investasi ini masih sangat besar.

"Di tengah majunya pasar modal syariah dan besarnya potensi ekonomi dan keuangan syariah, saga mencermati masih terbatasnya informasi yang diterima oleh masyarakat sehingga potensi yang tersedia belum banyak dimanfaatkan," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?