Tingkatkan Penyerapan Naker, Jokowi Dorong Industri Otomotif Bangkit

Jokowi menginginkan agar industri memperkerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja

BERITA | NASIONAL

Kamis, 15 Apr 2021 12:54 WIB

Author

Resky Novianto

Tingkatkan Penyerapan Naker, Jokowi Dorong Industri Otomotif Bangkit

Peserta mengikuti pelatihan otomotif di Balai Latihan Kerja Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (2/4/2021). (Antara/Budi Candra Setya)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mendorong industri otomotif untuk bangkit dan berkembang, setelah diterpa pandemi Covid-19. Jokowi menginginkan agar industri memperkerjakan lebih banyak lagi tenaga kerja dan juga turut menggerakkan industri usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, hal ini dapat meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain di pasar global.

"Industri otomotif merupakansalah satu penggerak perekonomian kita yang harus segera kita aselerasi, kita percepat karena di sini banyak keterlibatan pelaku usaha di dalam negeri mulai dari hulu hingga hilir yang harus ditingkatkan. Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok juga harus terus ditingkatkan. Dan, nilai tambah untuk ekonomi dalam negeri juga harus menjadi prioritas. Tentu saja yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Jokowi dalam Acara Pembukaan IIMS secara Virtual, Kamis (15/4/2021).

Jokowi mengatakan bahwa industri otomotif menjadi prioritas untuk terus ditumbuhkan investasinya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan iklim investasi, salah satunya dengan menetapkan Undang-Undang Cipta Kerja hingga, pembentukan lembaga pengelola investasi Indonesia.

"Investment Authority yang ini kita harapkan akan memberikan banyak kemudahan dan kepastian bagi para investor untuk membangun usaha produktif di negara kita," tuturnya.

Jokowi menambahkan, penggenjotan kegiatan ekonomi tetap harus dilakukan dengan kewaspadaan dan kehati-hatian. Kata dia, gas dan rem dalam penanganan kesehatan maupun penanganan ekonomi, harus terus dijaga, agar keduanya dapat bergerak aman.

"Kebijakan relaksasi pajak juga sudah diterbitkan pemerintah untuk mendongkrak penjualan dan daya beli produk otomotif untuk mendorong makin banyak permintaan agar ada demand disitu yang bisa menggerakkan industri otomotif kita," pungkasnya.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri