Ramadan, Gubernur Ganjar Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Jateng

"Sekarang luar biasa, sudah seperti kondisi normal begitu. Maka sore-sore, hampir setiap sore saya keliling umpama di Kota Semarang, sepedaan gitu,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 21 Apr 2021 07:20 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Ramadan, Gubernur Ganjar Waspadai Kenaikan Kasus Covid-19 di Jateng

Gubernur Ganjar Pranowo pantau vaksinasi COVID-19 di RSUD Salatiga, Jateng, Rabu (17/3/2021). (Antara/Aloysius Jarot)

KBR, Jakarta-  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 selama Ramadan. Sebab menurutnya, mobilitas warga di Jateng berpotensi naik selama Bulan Puasa.

Ia mencontohkan, aktivitas jual-beli mulai meningkat utamanya menjelang waktu berbuka puasa. Jika protokol kesehatan tak diterapkan secara disiplin, dia khawatir akan membahayakan keselamatan warganya.

"Rasanya sekarang luar biasa, sudah seperti kondisi normal begitu. Maka sore-sore, hampir setiap sore saya keliling umpama di Kota Semarang, sepedaan gitu, ya kita masih teriak-teriak untuk berhenti di tempat keramaian. Kita menertibkan dan sebagainya. Itu yang coba kita kembali mengingatkan pada masyarakat begitu," kata Ganjar kepada KBR melalui sambungan telepon, Selasa (20/4/2021).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan menjadikan lonjakan kasus di India sebagai pelajaran di provinsinya. Ia tak ingin tingginya mobilitas warga, kerumunan, dan tidak disiplinnya menerapkan prokes, bisa berdampak pada kenaikan kasus yang signifikan.

"Nah kenapa kasus-kasus yang terjadi di India dan sebagainya menjadi contoh yang bagus untuk kita tampilkan dan kita tonjolkan," ujarnya.

"Ya saya tampilkan di medsos saya dan pro kontranya kemudian keluar, dan orang marah-marah dan sebagainya tidak suka. Ya biasa saja, risikonya kita mesti ambil karena posisinya memang belum membaik sempurna," lanjutnya.

Dia mengklaim bakal terus menggencarkan operasi yustisi dan edukasi ke warga supaya patuh terhadap prokes.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Jurus Investasi Reksadana Antitekor

Kiat Asyik Tegakkan Prokes saat Rayakan Hari Raya

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri