Bencana Banjir Bandang Flores Timur Tewaskan 44 Orang, BMKG: Waspada Badai Siklon

"Saat bibit saja sudah menimbulkan bencana maka apabila benar benar menjadi siklon dikhawatirkan akan meningkatkan risikonya"

BERITA | NASIONAL

Senin, 05 Apr 2021 11:37 WIB

Author

Dwi Reinjani

Bencana Banjir Bandang Flores Timur Tewaskan 44 Orang, BMKG: Waspada Badai Siklon

Rumah tertutup lumpur pascabanjir di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4). (Antara)

KBR, Jakarta-   Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrim, hingga dua hari kedepan akibat siklon tropis Seroja. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, bibit siklon yang saat ini berada di sekitar Nusa Tenggara Timur berpotensi menguat.

"Saat bibit saja sudah menimbulkan bencana maka apabila benar benar menjadi siklon dikhawatirkan akan meningkatkan tingkat risikonya oleh karena itu mohon berkenan kami sampaikan bahwa perlunya waspada cuaca ekstrim yang masih berlanjut sebagai dampak dari bibit siklon tropis 99 S," ujar Dwikorita, Minggu malam (04/04/2021).

Kepala BMKG Dwikorita mengatakan, akibat pergerakan siklon Seroja yang lambat meninggalkan Indonesia, maka berdampak pada curah hujan tinggi di wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku.

Selain itu, ia juga mengatakan akan terjadi gelombang laut dengan ketinggian 2,5 meter hingga 6 meter di beberapa perairan wilayah Indonesia Timur. Untuk itu ia meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.


Sebelumnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan banjir bandang yang melanda beberapa kecamatan di Flores Timur sejak Minggu, (04/04/2021) dini hari pukul 01.00 WIT   memakan korban sebanyak 44 orang meninggal, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka. 

Sebanyak 80 keluarga terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. 

“Akibat hujan dengan intensitas tinggi dan terjadi banjir bandang pada Minggu, 04 April 2021, pukul 01.00 WITA. Jadi menurut prakiraan curah hujan  wilayah Flores Timur memiliki curah hujan yang tinggi.” Ujar Juru Bicara BNPB, Raditya Jati dalam keterangan persnya, Minggu (04/04).

Kata dia, kecamatan yang terkena dampaknya di antaranya  Kecamatan Ile Boleng Desa Nelelamandike, Kecamatan Adonara Timur, Kecamatan Adonara Barat, dan Kecamatan Wotan Ulumado. 

Kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.

BNPB telah mengirimkan bantuan berupa; makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kontroversi Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menyekat Pemudik Nekat

Kabar Baru Jam 10