Bagikan:

Lonjakan Harga Komoditas Dongkrak Penjualan Sepeda Motor Domestik

"Dengan harga komoditas yang bagus ini luar pulau Jawa komposisinya naik hampir 45 persen pada 2021. Baru kejadian pada 2021 karena sebelumnya baru terpuruk oleh kondisi pandemi."

NASIONAL | KABAR BISNIS

Jumat, 04 Feb 2022 16:24 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Deretan sepeda motor matic Honda (Foto: gresikkab.go.id)

Ilustrasi: Deretan sepeda motor matic Honda (Foto: gresikkab.go.id)

KBR, Jakarta— Melonjaknya harga sejumlah komoditas di daerah pada 2021 turut mengerek penjualan sepeda motor di dalam negeri.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, lonjakan harga sejumlah komoditas itu membuat porsi penjualan sepeda motor di luar Pulau Jawa naik sebesar 5 persen.

"Berdasarkan hasil survei kami bahwa setiap adanya peningkatan harga komoditas besar pengaruhnya terhadap harga sepeda motor, khususnya untuk area yang di luar Pulau Jawa seperti CPO itu besar pengaruhnya terhadap penjualan sepeda motor," kata Sigit Kumala kepada KBR, Jumat (4/2/2022).

Baca Juga:


Tren positif dari naiknya harga komoditas seperti karet, crude palm oil (CPO) dan batu bara menyebabkan daya beli masyarakat di daerah penghasil komoditas ikut meningkat.

"Dengan harga komoditas yang bagus ini luar pulau Jawa komposisinya naik hampir 45 persen pada 2021. Baru kejadian pada 2021 karena sebelumnya baru terpuruk oleh kondisi pandemi. Biasanya jawa itu 60 persen, di luar pulau itu 40 persen," kata Sigit.

Sigit menambahkan, sampai saat ini sepeda motor masih menjadi alat transportasi yang paling banyak diminati masyarakat karena harganya yang relatif terjangkau. 

Selain itu, banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya angsuran dengan down payment (DP) ringan yang diberikan oleh perusahaan pembiayaan. Sampai saat ini, sekitar 65—70 persen dari masyarakat Indonesia membeli sepeda motor dengan cara angsuran melalui perusahaan pembiayaan.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Drama Pemeriksaan Gratifikasi Gubernur Lukas Enembe

Most Popular / Trending