Bagikan:

Gratis, Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 6 Bulan hingga 11 Tahun

Saat ini Kemenkes tengah menyusun program vaksinasi gratis ini setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, akhir Desember lalu.

NASIONAL

Kamis, 05 Jan 2023 18:51 WIB

vaksin covid-19

Siswa SD mengikuti vaksinasi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat (16/12/2021). (Foto: Humas Pemkot Bandung/ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah akan memberikan vaksin COVID-19 comirnaty children yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech untuk anak usia 6 bulan sampai 11 tahun secara gratis.

Budi mengatakan, saat ini Kemenkes tengah menyusun program vaksinasi gratis ini setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat, akhir Desember lalu.

"Nah sekarang dengan adanya ini vaksin yang sudah bisa turun ke bawah otomatis pemerintah nanti akan melakukan, dan anggarannya cukup, kita ada anggarannya untuk bisa melakukan vaksinasi anak ini secara gratis," kata Menkes Budi dalam keterangan pers, Kamis (5/1/2023).

Menkes Budi mengatakan, untuk sementara, jenis atau merek vaksin yang akan digunakan ini adalah Pfizer comirnaty children. Sebab, baru vaksin itu saja yang sudah disetujui oleh BPOM dengan mengeluarkan izin penggunaan darurat dan direkomendasikan oleh Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) untuk anak usia 6 bulan sampai 11 tahun.

"Yang sekarang adanya Pfizer, jadi kita akan mulai dengan Pfizer dulu. Tapi nanti kalau ada merek-merek vaksin lain yang bisa juga untuk anak, akan kita berikan," kata Budi.

Baca juga:

- Anak Meninggal Akibat Covid-19 di Magelang, IDAI Jateng Minta PTM Dihentikan

- Imunisasi Anak di Makassar Baru 25 Persen, Pemkot Genjot Lewat Bulan Imunisasi

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menggodok petunjuk teknis vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6 bulan hingga 11 tahun.

Juru bicara Kemenkes, Mohammad Syahril mengatakan, petunjuk teknis itu meliputi pelaksanaan pemberian vaksinasi di lapangan termasuk pertimbangan memasukkannya ke program nasional.

Kata Syahril, jika masuk program nasional, maka vaksin itu akan digratiskan. Namun jika berbayar, pemerintah akan menentukan rentang harganya.

Editor: Fadli

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending