Bagikan:

2023, Menparekraf Fokus Tingkatkan Minat Wisata Halal

"Kita akan pastikan wisata halal atau wisata religi ini bisa kita tingkatkan di 2023,"

NASIONAL

Selasa, 03 Jan 2023 08:06 WIB

Author

Shafira Aurel

Wisata halal

Wisata halal, Menparekraf Sandiaga Uno saat The Weekly Brief, Senin (2/01/23). (Menparekraf)

KBR, Jakarta-    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno  akan meningkatkan minat wisata halal Indonesia di tahun 2023.  Sandiaga   mengatakan saat ini Indonesia menjadi acuan dunia terhadap pemulihan pariwisata. Ia menyebut libur natal dan tahun baru 2022 membawa angin segar pada perekonomian Indonesia, khususnya pada sektor pariwisata.

Dalam paparannya, Sandi menyebut Bali merupakan destinasi unggulan dengan total kunjungan wisatawan mencapai 70 persen di atas target. Ia juga menyampaikan kenaikan ini nantinya harus seimbang dengan sektor-sektor yang lain, khususnya pada sektor wisata halal yang harus ditonjolkan sebagai ciri khas dari budaya adat istiadat Indonesia.

"Kita terus tingkatkan kesiapan bukan hanya layanan kuliner halal dan akomodasi halal, tapi juga kita dorong ekosistem ekonomi syariah. Dimana mulai dari pelatihan, pendampingan, sampai juga pemasaran logistik dan pembiayaan ini juga akan tersentuh. Kita akan pastikan wisata halal atau wisata religi ini bisa kita tingkatkan di 2023," ujar Sandiaga, dalam acara The Weekly Brief, Senin (2/01/2023).

Baca juga:

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut untuk wisata halal ini Malaysia menjadi negara dengan minat tertinggi wisatawan untuk berkunjung.

Kata Sandi,  Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai negara dengan destinasi halal terbanyak. Dia menyebut banyak sekali peninggalan sejarah dari leluhur serta sunan-sunan yang ada namun minimnya tata kelola dan minat masyarakat untuk berkunjung.

Sandi menegaskan di tahun ini akan memfokuskan pada sektor wisata halal di Indonesia.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Episode 3: Mengapa Bisa Terjadi Kekerasan Seksual di Pesantren?

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending