Bagikan:

Tahun Ini, Kemenkeu Targetkan Pemasukan Rp335,5 Triliun dari PNBP

"Untuk perikanan ini yang sering mendapat sorotan, termasuk di Komisi XI. InsyaAllah kita coba dorong teman-teman di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) untuk bisa menghasilkan Rp1,6 triliun"

NASIONAL

Selasa, 25 Jan 2022 15:18 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi:  Kilang minyak (Foto: Paul Lowry/Flickr)

Ilustrasi: Kilang minyak (Foto: Paul Lowry/Flickr)

KBR, Jakarta— Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan dapat mencapai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp335, 55 triliun pada tahun ini.

Dirjen Anggaran Kemenkeu, Isa Rachmatarwata mengatakan penerimaan yang berasal dari sumber daya alam (SDA) menyumbang porsi terbesar dari total PNBP, yakni mencapai Rp121,95 triliun. PNBP dari SDA berasal dari sektor migas senilai Rp85,9 triliun, dan non migas Rp36,04 triliun.

"Untuk tahun 2022 ini, targetnya Rp335,55 triliun. Rinciannya, penerimaan SDA kita harapkan Rp121,95 triliun. Terdiri dari migas Rp85,9 triliun, dan non migas Rp36,04 triliun. Non migas ini kita lihat ada minerba, kehutanan, perikanan, dan panas bumi," ujar Isa Rachmatarwata dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga:

Isa menjabarkan, pendapatan dari non migas meliputi sektor mineral dan batu bara (minerba) sebesar Rp28,01 triliun, Kehutanan Rp4,85 triliun, Perikanan Rp1,62 triliun, dan Panas Bumi Rp1,55 triliun.

"Untuk perikanan ini yang sering mendapat sorotan, termasuk di Komisi XI. InsyaAllah akan kita coba dorong teman-teman di KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) untuk bisa menghasilkan Rp1,6 triliun, atau bahkan mungkin lebih. Tahun 2021, mereka akhirnya bisa menembus angka Rp1 triliun," sambungnya.

PNPB yang berasal dari KPP terdiri dari segmen perikanan, pemanfaatan ruang laut dan hasil budidaya. Tahun ini, kata dia, KKP menjanjikan dapat memeroleh PNBP hingga Rp1,6 triliun.

Baca Juga:

Kemudian, PNBP yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan senilai Rp37 triliun. Angka ini menurut dia meningkat sekitar 20 persen dari realisasi 2021 senilai Rp30,5 triliun,

Selanjutnya, Isa optimistis dapat meraih PNBP dari sektor lainnya sebesar Rp97,8 triliun, dan PNBP dari Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp78,79 triliun.

"PNPB lainnya ini mencakup kelebihan dari K/L, jual beli surat berharga negara. Dan dari BLU baik dari kelapa sawit, rumah sakit, BLU pendidikan ini kita harap mendapatkan Rp78,79 triliun," katanya.

Capaian target tersebut menurut dia tidak terlepas dari sejumlah tantangan yang kini dihadapi kementerian/lembaga. Tantangan itu meliputi fluktuasi harga komoditas, seperti minyak, minerba dan crude palm oil (CPO), tren penurunan lifting minyak, pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat yang dipengaruhi pandemi.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan