Jokowi Ingin Penyebab Kecelakaan Lion Air Terang Benderang

Kita sangat menghargai penemuan CVR yang ditemukan oleh Kopaska, sehingga ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat, yang kemarin ini terjadi disebabkan oleh apa

BERITA , NASIONAL

Senin, 14 Jan 2019 21:20 WIB

Author

Dian Kurniati, Astri Septiani, May Rahmadi

Jokowi Ingin Penyebab Kecelakaan Lion Air Terang Benderang

Kotak hitam (black box) berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang berhasil ditemukan di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. (Foto: Antara/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera menemukan penyebab kecelakaan pesawat Lion Air PK-LPQ yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat akhir Oktober 2018 lalu, di setelah cockpit voice recorder (CVR) atau rekaman di pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang ditemukan.

Menurutnya, penyebab kecelakaan Lion Air sangat penting diketahui, agar kejadian serupa tak terulang.

"Kita sangat menghargai penemuan CVR yang ditemukan oleh Kopaska, sehingga ini nanti akan lebih memperjelas kecelakaaan pesawat, yang kemarin ini terjadi disebabkan oleh apa. Kita bisa membuka, bisa terang benderang nanti, kalau ini sudah ditemukan," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Senin (14/01/2019).

Saat ini, lanjutnya, tinggal menunggu tim investigasi KNKT bekerja untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut, karena CVR berisi rekaman suara antara pilot dan co-pilot di kokpit dan menara pengawas di bandara.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, CVR berhasil ditemukan sekitar pukul 9 WIB.

Ia mengakui, pencarian CVR dilakukan secara all out untuk menangani kecelakaan pesawat tersebut.

"Saya bangga justru karena ini menggunakan KRI atau  kapal  Angkatan Laut. Saya mengapresiasi apa yang ditemukan oleh KNKT bersama TNI angkatan laut ini pasti memberikan suatu makna bagi upaya kita menemukan penyebab dari kecelakaan itu," kata Budi.

Ia mengatakan, temuan CVR itu akan diteliti kembali untuk menemukan data penyebab kecelakaan dan ditarget satu tahun untuk menganalisis data tersebut.

"Tergantung dari komplikasi datanya ya. Tapi sebenarnya suatu penemuan ini diberikan punya waktu satu tahun, end-nya jadi kita lihat bagaimana kualitas data yang ditemukan itu bisa dieksplor sebagai satu data," kata Budi Karya Sumadi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan kerja sama antar lembaga, yaitu Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keamanan Transportasi, dan TNI AL dalam mencari CVR sudah baik.

"Upaya dari Kementerian Perhubungan itu luar biasa untuk mencari itu. Saya pikir kalau sudah ditemukan oleh KNKT, itu saya pikir suatu langkah yang sangat bagus," kata Luhut.

Penemuan CVR ini, lanjutnya, tetap menjadi hal yang penting untuk mengevaluasi keselamatan transportasi  pesawat, meskipun laporan awal mengenai kecelakaan pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal itu telah dirilis KNKT.

"Komunikasi dalam cockpit itu sangat penting," kata dia.

Bekas Komandan Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat ini menambahkan, penemuan CVR tersebut akan sangat membantu KNKT menginvestigasi penyebab kecelakaan pesawat PK-LQP secara menyeluruh.

Baca juga:

Editor: Kurniati

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.