Bagikan:

Kemendag Berencana Beri Subsidi untuk Stabilkan Harga Minyak Goreng

"Kita mencoba mensubsidi melalui BPDP-KS . Ini sedang kita jalankan. Sedang kita testing karena baru pertama kali dikerjakan. Mudah-mudahan bisa selesai pada awal Januari 2022"

BERITA | NASIONAL | KABAR BISNIS

Kamis, 23 Des 2021 17:41 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Minyak goreng kemasan di pasaran (Foto: Antara)

Ilustrasi: Minyak goreng kemasan di pasaran (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menekan harga minyak goreng kemasan dengan cara memberikan subsidi dan menyediakan 11 juta liter minyak goreng di awal 2022.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, saat ini Kemendag tengah melakukan uji coba mensubsidi harga minyak goreng melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS).

"Kementerian Perdagangan sudah memitigasi dengan cara memastikan adanya 11 juta liter dalam kemasan sederhana minyak goreng yang dijual Rp14 ribu. Kalau harganya masih tetap tinggi, kita mencoba mensubsidi melalui BPDP-KS [ Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit]. Ini sedang kita jalankan. Sedang kita testing karena baru pertama kali dikerjakan. Mudah-mudahan bisa selesai pada awal Januari 2022," ujarnya usai acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021, Kamis (23/12/2021).

Baca Juga:

Lutfi menegaskan, kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global. 

Sebelum adanya kenaikan yang begitu drastis, harga minyak goreng dibanderol Rp11 ribu per liter. Saat itu, harga CPO berkisar US$500 sampai US$710 per metrik ton. Sementara, saat ini harga CPO sudah menukik di angka US$1.350 per metrik ton.

Kemendag memproyeksi, tren harga CPO di pasar global akan terkoreksi seiring terjadinya perbedaan harga yang sangat tajam antara kelapa sawit dan minyak kedelai. Ditambah, panen minyak kedelai akan membaik pada 2022.

"Tetapi, kalau kita melihat tren-nya di harga sawit dunia, saya sudah melihat bahwa perbedaan harga sawit dengan minyak soy/kedelai sudah terlalu tinggi. Biasanya akan terjadi koreksi. Dan koreksi itu sudah mulai kelihatan dengan melandasinya harga CPO. Mudah-mudahan, paling tidak di Januari, Februari, dan Maret harga ini terus melandai dan akan turun. Paling tidak, kita sudah bisa melihat harga CPO ini lebih dekat dibandingkan dengan harga sebelumnya yang sangat tinggi," ujarnya.

Dia memastikan, Kemendag akan melakukan mitigasi dan memastikan harga minyak goreng akan terjangkau bagi masyarakat.

"Jadi kita sudah kita kerjakan, dan akan kita kerjakan lebih dalam lagi untuk mengintervensi supaya lebih terjangkau lagi untuk masyarakat," tutupnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Most Popular / Trending