[Advetorial] Peluncuran “Jakarta Memanggil” Targetkan Jakarta Bebas HIV-AIDS 2030

“Dari 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Jakarta, baru 65.606 yang terdeteksi. Masih ada 40% yang belum bisa kita deteksi.” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM.

KABAR BISNIS

Rabu, 12 Feb 2020 12:57 WIB

Author

Eka Lestari

[Advetorial] Peluncuran “Jakarta Memanggil” Targetkan Jakarta Bebas HIV-AIDS 2030

DKI Jakarta merupakan empat besar provinsi dengan jumlah kasus HIV dan AIDS terbanyak di Indonesia bersama dengan Papua, Bali dan Jawa Timur. Estimasi Kementerian kesehatan menyatakan ada 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Jakarta. Dalam Peluncuran Jakarta Memanggil, Selasa (11-02-2020) di Auditorium Abdurahman Saleh RRI, Widyastuti mengatakan bahwa dalam mengatasi permasalahan HIV-AIDS di Jakarta, pemerintah DKI Jakarta telah menginisiasi beberapa komitmen dalam bentuk regulasi dengan menerbitkan Perda No.5/2008 Tentang Penanggulangan AIDS dan pembiayaan program. Selain itu, ada juga komitmen menyediakan fasilitas layanan kesehatan berupa tes HIV, pengobatan HIV dan pemantauan keberhasilan pengobatan serta komitmen untuk terus melakukan inovasi program. 

Sejak Januari 2019 tahun lalu, DKI Jakarta juga telah me-launching Jak Track yang telah digunakan oleh lebih dari 70 Puskesmas (Kecamatan dan Kelurahan), Klinik Swasta dan Rumah Sakit di DKI Jakarta. Selama Januari-September 2019, dengan Reservasi Online yang telah diterapkan di 35 Puskesmas dan RSUD di Jakarta, terdapat 2.910 booking test HIV yang dibuat dan lebih dari 500 klien telah merasakan mudahnya akses ke layanan HIV melalui fasilitas ini. Selama tahun 2019, 809 mobile VCT telah dilakukan di Puskesmas dengan total 18.866 klien telah melakukan tes HIV dengan angka temuan kasus 10% dari total tes. Mobile VCT atau Dokling pelaporannya dilakukan menggunakan Jak-Track dan bisa dengan mudah langsung diakses oleh LSM penjangkau. Dengan berbagai kemudahan yang telah Jak-Track hadirkan, semoga ke depan penggunaan Jak-Track bisa lebih optimal dan dapat memudahkan petugas layanan kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

Widyastuti mengapresiasi dukungan dan bantuan teknis USAID / LINKAGES yang telah menginisiasi “Jakarta Memanggil” yang merupakan sebuah gamifikasi yang bertujuan mengajak seluruh petugas kesehatan, terutama petugas Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi-aksi percepatan penanggulangan HIV- AIDS yang terencana dan terpadu dalam rangka mewujudkan Jakarta Bebas AIDS Pada 2030. Untuk mencapai Jakarta Bebas AIDS Pada 2030, “Jakarta Memanggil” mengajak petugas kesehatan menerapkan inovasi- inovasi program, menggunakan data, memanfaatkan ICT, mengoptimalkan sumber daya yang ada serta merespon berbagai tantangan secara cepat. Jakarta Memanggil percaya langkah- langkah kecil yang strategis dan berkelanjutan akan berdampak besar bagi penanggulangan HIV-AIDS di Jakarta.

Erlian Rista Aditya, Associate Director for Technical FHI 360 mengatakan “Jakarta Memanggil” adalah sarana penyaluran semangat para petugas kesehatan untuk melakukan perubahan dan mencapai tujuan agar semua orang terdampak HIV-AIDS mendapatkan perawatan dan pengobatan. Gamifikasi Jakarta Memanggil akan memotivasi seluruh petugas Puskesmas kecamatan dan klinik mitra di Jakarta terutama kepada unit layanan tes HIV dan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan), untuk menanggulangi HIV secara lebih baik. Untuk itu, kata Erlian, Jakarta Memanggil akan berkontribusi lebih optimal apabila Suku Dinas Kesehatan Kota meningkatkan koordinasi semua upaya penanggulangan HIV-AIDS di wilayahnya melalui penguatan-penguatan kepada petugas kesehatan terdepan yakni Puskesmas dan klinik mitra.

“Petugas kesehatan dari 42 Puskesmas kecamatan dan 4 klinik mitra di Jakarta akan berkompetisi mencapai target-target program sesuai dengan inisiatif global bernama Fast- Track: Cities Ending the AIDS Epidemic by 2030,” ujar Erlian.

Inisiatif Fast-Track mengajak semua kota-kota besar di dunia untuk mencapai tujuan 90-90- 90: 90% ODHA mengetahui status HIV-nya, 90% mereka yang didiagnosis positif HIV mendapatkan dan tetap dalam pengobatan ARV, dan 90% mereka yang berobat mencapai supresi viral load sebagai tanda pengobatannya berhasil. Inisiatif Fast-Track ini juga sejalan dengan inisiatif akselerasi nasional pengobatan HIV dari Kementerian Kesehatan RI.

Puskesmas dan klinik mitra dapat berpartisipasi dalam gamifikasi Jakarta Memanggil dengan cara mendaftar ke website Jakarta Memanggil, membuat akun, memilih aksi-aksi Fast-Track yang akan dimainkan, mengunggah laporan pencapaian aksi-aksi tersebut, mendapatkan verifikasi hasil pencapaian aksi-aksi yang dipilihnya, dan mengklaim insentif yang telah disediakan. Peserta yang berhasil pada level satu akan naik ke permainan pada level dua dan seterusnya. Secara intensif, gamifikasi Jakarta Memanggil akan dilakukan pada bulan Februari-April 2020. Seterusnya sampai dengan September 2020 akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. 

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - KABAR BISNIS

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Diminta Cegah Dugaan Praktik Dumping Impor Baja Cina

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14