Share This

Suporter Tewas, BOPI Ancam Hentikan Kompetisi

BOPI beri tenggat satu pekan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru untuk menuntaskan masalah tersebut.

NASIONAL

Senin, 24 Sep 2018 20:35 WIB

Ryan Suhendra
Author

Ryan Suhendra

Perwakilan PSSI Gatot Widakdo (tengah) bersama ketua BOPI Richard Sam Bera dalam Konferensi pers terkait meninggalnya supporter sepak bola di Bandung di Media Center, Kemenpora, Senin (24/9/2019)

KBR, Jakarta-  Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengutuk keras peristiwa tewasnya salah seorang pendukung klub sepak bola Persija Jakarta, Haringga Sirla. Haringga tewas setelah dianiaya sekelompok suporter berkaos biru di luar Stadio Gelora Bandung Lautan Api, hari Minggu (23/9/2018) kemarin. Pemuda berusia 23 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat tersebut merupakan suporter klub Persija Jakarta. Hari itu Perisja  Jakarta bertanding melawan tuan rumah Persib Bandung.

Ketua BOPI Richard Sam Bera mengatakan pihaknya memberi tenggat waktu satu pekan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia  (PSSI) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menuntaskan masalah tersebut. Jika gagal, BOPI tak segan meminta penghentian kegiatan kompetisi.

"Meminta PT LIB dan PSSI bersikap sangat serius untuk menangani kasus dan mendesak PSSI untuk memberikan sanksi yang tegas; tidak hanya normatif tapi dapat memberikan efek jera. Jika PSSI dan PT LIB gagal mengatasi masalah dalam waktu satu minggu, kata Richard, BOPI meminta agar PSSI dan PT LIB tidak melakukan kegiatan kompetisinya," ujar Richard di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Rekomendasi lain, dirinya meminta klub-klub liga lebih aktif menertibkan kelompok suporternya, termasuk memberikan pembinaan secara lebih intens dan menyeluruh.

Selain itu, meminta seluruh elemen suporter sepak bola Indonesia menghentikan segala permusuhan. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan foto dan video terkait insiden di GBLA maupun di stadion lain.

Terakhir, BOPI mengajak seluruh elemen olahraga profesional untuk terus meningkatkan kedewasaan dan sikap toleran agar kegiatan olahraga profesional dapat terus berjalan dengan tata kelola yang semakin baik, mandiri, dan profesional.

Sementara itu, terkait penundaan kompetisi, perwakilan PSSI Gatot Widakdo berharap agar kompetisi tidak dihentikan. Sebab, katanya, hal itu akan berdampak langsung kepada klub.

"Kompetisi sudah berjalan dengan baik, ya, semua jadwal sudah terset. Ini kan implementasi dampak pasti kepada klub, keuangan klub juga kalau kompetisi mundur akan berpengaruh. Klub akan tetap menggaji pemainnya walaupun kompetisi dihentikan," pungkasnya.

Ia melanjutkan, nantinya, kami (PSSI) akan berkoordinasi lebih lanjut kepada BOPI mengenai akibat-akibat yang akan terjadi jika kompetisi dihentikan. 

Sejauh ini polisi telah menangkap 8 orang tersangka pelaku penganiayaan Haringga. (Mlk)

Baca juga:

Suporter Persija Tewas Dikeroyok, PSSI Siapkan Sanksi 


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.