Share This

Ma'ruf Amin Silaturahmi dan Minta Dukungan, Apa Pesan Sinta Nuriyah?

"Dan itu saya mohon restu, mohon doa dan tentu saja saya mohon dukungannya," jelas Ma'ruf Amin di kawasan Ciganjur.

, NASIONAL

Rabu, 26 Sep 2018 14:16 WIB

Cawapres Ma'ruf Amin (kiri) menyalami istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (kanan), disaksikan putri almarhum Gus Dur Yenny Wahid (kedua kanan), saat pertemuan di Ciganjur, Jakarta, Rabu (26/9). (Foto: ANTARA/ M Adimaja)

KBR, Jakarta - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin berkunjung ke rumah keluarga Presiden Keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Ciganjur, Rabu (26/9/2018). Kedatangannya kali pertama sejak ditunjuk menjadi Cawapres mendampingi Joko Widodo itu bermaksud menemui istri Gus Dur, Sinta Nuriyah.

Selain bersilaturahmi, Ma'ruf mengaku hendak meminta dukungan kepada Sinta Nuriyah dalam menghadapi Pilpres 2019 ini.

"Bahwa saya juga menyampaikan secara resmi, bahwa saya diajak, capresnya Jokowi karena itu saya mohon doa restu sebagai orang yang dituakan, sebagai juga orang yang berpengaruh besar di lingkungan NU yaitu istri dari Gus Dur dan keluarga," kata Ma'ruf Amin di Ciganjur, Rabu (26/9/2018).

"Dan itu saya mohon restu, mohon doa dan tentu saja saya mohon dukungannya," imbuh Ma'ruf Amin.

Ia menjelaskan, pertemuannya dengan Sinta Nuriyah juga membahas soal ikhtiar mengurai masalah kebangsaan. Termasuk misalnya, menjaga keutuhan bangsa dengan menekan konflik ideologis.

"Saya sendiri, karena saya sudah tua saya hanya bekerja untuk generasi yang akan datang. Saya hanya menyiapkan saja, membantu Pak Jokowi. Pasti saya tidak akan menikmati hasil pembangunannya."

Sementara Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan, sebelum ini juga sudah ada dua Capres dan seorang Cawapres yang mengunjunginya. Bagi Sinta, sebagai seorang muslim maka sudah seharusnya menerima siapapun tamu yang berkunjung. Termasuk Cawapres Ma'ruf Amin.

"Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan agar pesta rakyat yang akan kita gelar nanti itu dijadikan ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar-anak bangsa, bukan dijadikan tempat untuk menghujat, saling memfitnah, saling melontarkan kata-kata kebencian dan sebagainya," kata Sinta Nuriyah menyampaikan pandangannya menyongsong penyelenggaraan Pilpres 2019.

Baca juga:

Ia juga berpesan, agar kontestasi politik Pilpres 2019 dihadapi dengan bijak. "Dilakukan secara santun, secara damai, secata adil, jujur dan dilakukan secara kesatria. Itu yang saya harapkan. Karena ini demi keutuhan bangsa dan negara Republik Indonesia, itu yang saya harapkan," imbuhnya.

Sedangkan Yenny Wahid menambahkan, sang ibu memang harus bersikap netral. Sebab Sinta Nuriyah merupakan sosok ibu bangsa seperti halnya tokoh-tokoh bangsa lain yang bertugas mengawal setiap pasangan capres-cawapres. 

"Nah namun Ibu Sinta harus menjalankan peran sebagai ibu bangsa bersama tokoh-tokoh lainnya seperti KH Mustofa Bisri, Pak Sutrisno, Pak Habibie ini semua adalah orang-orang sepuh yang akan mengawasi kita yang akan bertanding di arena," tutur Yenny.

Lain halnya dengan dirinya, yang bakal menentukan arah dan sikap politiknya pada Pilpres 2019, sore nanti. "Jadi jangan ditanya sekarang," imbuh Yenny.

Dalam pertemuan bersama yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut, menurut Yenny, Ma'ruf Amin juga menyinggung soal pelbagai upaya menghadapi masalah kebangsaan. "Apa yang sudah diperjuangkan oleh KH Ma'ruf Amin harus terus diperjuangkan ke depan, dalam menegakan NKRI yang tetap pada falsafah Pancasila. Saya kira ini yang kami bicarakan," pungkas Yenny. 

Sejumlah tokoh juga hadir dalam pertemuan antara Cawapres Ma'ruf Amin dengan Sinta Nuriyah. Di antaranya anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD dan Benny Susetyo.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.