Share This

Mourinho dan Ronaldo Bantah Gelapkan Pajak

Perusahaan agensi milik Jorge Mendes, Gestifute mengatakan, kedua kliennya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

BERITA , OLAHRAGA

Minggu, 04 Des 2016 20:43 WIB

Christiano Ronaldo. Foto: Antara

KBR- Perusahaan agensi yang mewakili  Jose Mourinho dan Cristiano Ronaldo membantah keras bahwa manajer Manchester United dan bintang Real Madrid itu terlibat dalam skema penggelapan pajak. Mengutip Skysport, perusahaan agensi milik Jorge Mendes, Gestifute mengatakan, kedua kliennya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan tersebut.

"Baik Cristiano Ronaldo dan Jose Mourinho selalu taat dengan kewajiban pajak mereka dengan otoritas pajak di Spanyol dan Inggris," jelas Gestifute seperti ditulis Skysport.

Sebelumnya, seorang anggota parlemen menyerukan penyelidikan pajak Mourinho menyusul dugaan bekas pelatih United tersebut menyembunyikan jutaan poundsterling. Desakan tersebut muncul usai kebocoran 18 juta dokumen lebih yang diselidiki oleh sekelompok media di Eropa yakni Konsorsium European Investigative Collaborations (EIC).

"Setiap sindiran atau tuduhan yang dibuat untuk Cristiano Ronaldo atau Jose Mourinho atas pelanggaran pajak akan dilaporkan kepada otoritas hukum dan diadili."

Otoritas Pajak Inggris (HMRC) mengatakan akan berhati-hati dalam mendalami dugaan penggelapan pajak dalam dunia sepak bola. Sementara itu, Konsorsium European Investigative Collaborations (EIC) mengatakan akan mempublikasikan hasil penyelidikan mereka dalam beberapa pekan mendatang. (skysport)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.