Share This

Persib Juara Piala Presiden 2015

Persib menjuarai Piala Presiden berkat gol Ahmad Jufriyanto dan upaya Makan Konate jelang berakhir babak pertama.

, PILIHAN REDAKSI , OLAHRAGA

Minggu, 18 Okt 2015 21:03 WIB

KBR, Jakarta - Persib Bandung menjuarai Piala Presiden 2015 usai menaklukan Sriwijaya FC 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Ini merupakan Piala kedua, setelah Atep dkk ini mempersembahkan juara ISL musim lalu.

Pesib membuka skor saat pertandingan baru berjalan 6 menit. Eksekusi tendangan bebas Ahmad Jufriyanto membentur pagar betis SFC, sehingga arah bola pun bergerak liar dan sulit untik diantisipasi Dian Agus di bawah mistar SFC.

Sedangkan jelang babak pertama berakhir, pasukan Djajang Nurjaman mampu menggandakan keunggulan 2-0 melalui gol bunuh diri Dian Agus Prasetyo. Gol ini bermula dari sepakan gelandang Persib, Makan Konate pada menit 45.

Sebelum gol kedua Persib, Atep sempat juga membobol gawang SFC. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena Atep dianggap berada pada posisi offside. Tak hanya itu, kapten Persib ini pun diberi kartu kuning karena tetap menembak.

Pada babak kedua, masing-masing pelatih kesebelasan melakukan sejumlah penggantian. Di tubuh Persib, Dias Angga masuk menggantikan Firman Utina. Sedangkan SFC, Benny Dollo menarik T.A. Mushafry dengan Anis Nabar. Namun, penggantian tersebut tidak membuat skor berubah, 2-0 untuk kemenangan Persib Bandung.


Editor: Damar Fery Ardiyan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.