Share This

DPR Minta Menpora Perhatikan Nasib Klub Sepak Bola

Keberlangsungan klub menyangkut nasib banyak orang yang berkecimpung di dalamnya.

BERITA , NASIONAL , OLAHRAGA

Senin, 01 Jun 2015 13:49 WIB

Fadli Zon. Foto: Antara

KBR, Jakarta-  DPR meminta Menpora Imam Nahrawi memperhatikan betul nasib klub-klub sepak bola dalam langkah perbaikan yang dilakukan pasca sanksi FIFA.Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan keberlangsungan klub menyangkut nasib banyak orang yang berkecimpung di dalamnya. Apalagi pertandingan sepak bola selama ini dijadikan hiburan oleh masyarakat. Selain itu Menpora juga harus mengevaluasi langkah-langkah yang sudah diambil terhadap PSSI agar tidak terjadi lagi sanksi dari FIFA.

“Pemerintah menurut saya harus memperbaiki kebijakannya terhadap PSSI. Jangan PSSI ini didekati secara suka dan tidak suka. Jangan karena orangnya kemudian PSSI sebagai institusi dikorbankan. Harus dibedakan antara institusi dengan pengurus, “kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Gedung DPR (1/6/2015).

Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada kepada Indonesia berupa larangan berlaga di ajang internasional. Merespon itu Kemenpora berencana mengeluarkan surat pembekuan pengurus PSSI yang lama. Setelah itu bakal membentuk pengurus sementara yang akan menggelar kongres untuk memilih pengurus PSSI yang baru.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.